RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Gerakan Sehari Dirumah Saja Dimanfaatkan Warga Blondo Celong Untuk Penyemprotan Disinfektan Dan Perbaikan Jalan Yang Rusak

Gerakan Sehari Dirumah Saja Dimanfaatkan Warga Blondo Celong Untuk Penyemprotan Disinfektan Dan Perbaikan Jalan Yang Rusak

Gerakan Sehari Dirumah Saja Dimanfaatkan Warga Blondo Celong Untuk Penyemprotan Disinfektan Dan Perbaikan Jalan Yang Rusak

Warga dengan dibantu anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa saat tengah kerja bhakti minggu 4 juli 2021 pagi

RASIKAFM – Munculnya program dari Pemerintah Kota Salatiga yang meminta masyarakat di Kota Hati Beriman untuk melaksanakan gerakan sehari di rumah saja pada Minggu 4 Juli 2021 dimanfaatkan positif oleh sebagian warga Salatiga.
Salah satunya oleh warga dikawasan Blondo Celong ini.

Bahkan Gerakan Sehari Dirumah Saja Dimanfaatkan Warga Blondo Celong Untuk Penyemprotan Disinfektan Termasuk Memperbaiki Jalan Yang Rusak.
Dalam kegiatan yang dibungkus dengan Kerja bhakti minggu pagi tersebut juga dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Dan Babinsa Kutowinangun Kidul bersama puluhan Warga Blondo Celong melakukan Penyemprotan Disinfektan Guna Memutus Penyebaran Covid 19.

Kepada rasikafm.com Muntoha Ketua Rt 04 Rw 08 Blondo Celong mengatakan kegiatan kerja bakti dan penyemprotan ini dilaksanakan sebagai antisipasi adanya pandemi covid 19 dan mengikuti anjuran Pemerintah Sehari dirumah saja “dalam kegiatan kami ini dilakukan aecara swadaya dari masyarakat untuk masyarakat. Waktu libur ini kami manfaatkan juga untuk perbaikan jalan” ungkap ketua RT.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=qZcLeBtf_-A[/embedyt]

Muntoha ketua RT 4 RW 8 Blondo Celong saat diwawancarai media

Sementara itu Susilowati tokoh masyarakat yang juga Ketua RW 08 menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam kegiatan warganya, “kami selaku perwakilan warga menyatakan kesiapan untuk melaksanakan apa yang menjadi himbauan dalam mengantisipasi penyebaran Corona sehingga kondusifitas di wilayah dapat terwujud” ungkap Susilowati yang juga sebagai tokoh masyarakat Blondo Celong ini.

Pantauan Rasika FM kegiatan kerja bhakti berupa penyemprotan dan penambalan jalan rusak itu dilakukan oleh hampir sebagian besar warga. Usai kerja bhakti mereka menikmati hidangan dan makan siang yang ada di pos ronda RT.

(Rief)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka