URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy SIK, MSi., bersama sejumlah perwira Polres Semarang menggelar ajang Jumat Curhat di Balai Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 7 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat dan mencari solusi terhadap berbagai permasalahan di lingkungan mereka.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hadir di Balai Desa Bener, Kapolres Ratna Dengarkan Beragam Curhatan Warga

Hadir di Balai Desa Bener, Kapolres Ratna Dengarkan Beragam Curhatan Warga

Hadir di Balai Desa Bener, Kapolres Ratna Dengarkan Beragam Curhatan Warga

Kapolres AKBP Ratna (berdiri) saat mengelar ajang Jumat Curhat di balai desa Bener Tengaran
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Ajang Jumat Curhat Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy SIK. MSi., didampingi sejumlah perwira Polres Semarang berlangsung di Balai Desa Bener, kecamatan Tengaran kabupaten Semarang, Jumat (7.3.2025).
Kegiatan ini merupakan kali ke empat sejak Ratna, menjabat sebagai Kapolres Semarang.

Dalam Kegiatan ini Ratna berharap akan ada masukan ataupun hal lain yang membangun.

Berdasarkan pantauan Rasika FM kegiatan Jumat Curhat Polres Semarang diikuti oleh perwakilan masyarakat, ketua RT/RW, alim ulama, pkk dan mahasiswa yang sedang KKN.

Warga yang hadir tanpa sungkan dan malu malu lansung menyampaikan keingginan mereka.

Salah satunya adalah ketua RT 5/ RW 04 dusun Tugu Bener, Arief Syarifudin.

Dirinya berharap setiap pagi ada petugas kepolisian yang berjaga di depan SDN Bener O1 kecamatan Tengaran.

Apalagi jika pagi hari SD yang berada di jalan raya Nasional itu ramai kendaraan yang melintas, sehingga warga dan murid kesulitan saat akan menyebrang. “Atas nama warga kami meminta petugas kepolisian untuk mengatur lalin di depan SD, selama ini warga kesulitan saat akan menyebrang” ujar Arief.

Warga lainya ibu Hastuti, aktifis PKK ini berharap ada polisi yang turun kebawah saat acara PKK ditingkat RT atau RT.

“Saya berharap saat ibu ibu mengelar acara PKK ada petugas kepolisian yang turun dan memberikan sosialisasi atau kegiatan” harapnya.

Menanggapi banyaknya curhatan warga tersebut, Kapolres Semarang AKBP Ratna langsung menanggapinya satu persatu.

Untuk permintaan polisi yang berjaga di depan SD Bener misalnya, Kapolres langsung meminta kepada Kapolsek dan Kasat Lantas yang saat itu juga hadir untuk menyiapkan anggotanya dilapangan.

Sementara untuk permintaan pengurus PKK juga sama, “mulai besuk pak Babinkhamtibmas lebih aktif lagi turun kelapangan ya” pinta Kapolres.

Dalam ajang Jumat Curhat itu selain Kades Bener, hadir juga Danramil Tengaran Kapten Rohmad, Camat Sri Sulistyorini, Kapolsek AKP Budi serta Kasatlantas AKP Lingga beserta jajaran.

Sementara itu kades Bener, Saefudin menyambut positif atas kegiatan Jumat Curhat ini. Menurutnya dengan bertemu langsung dengan Kapolres warga dapat menyampaikan segala keluh kesahnya. “ini juga sebagai kehormatan karena di desa kami ditunjuk sebagai tuan rumah Jumat Curhat” Ujar Beni panggilan akrab kades Bener ini.

Kapolres saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved