URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kenaikan harga cabai keriting merah hingga Rp90 ribu per kilogram dicatat Diskumperindag Kabupaten Semarang di Ungaran, Jumat (13/3/2026), menjelang Lebaran. Pemerintah daerah menggelar operasi pasar di Bergas dan Bawen guna menekan inflasi serta memastikan stok LPG tetap aman melalui koordinasi dengan Pertamina.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Harga Cabai Keriting Tembus Rp90 Ribu, Diskumperindag Kabupaten Semarang Gelar Operasi Pasar dan Pastikan Stok LPG Aman

Harga Cabai Keriting Tembus Rp90 Ribu, Diskumperindag Kabupaten Semarang Gelar Operasi Pasar dan Pastikan Stok LPG Aman

Harga Cabai Keriting Tembus Rp90 Ribu, Diskumperindag Kabupaten Semarang Gelar Operasi Pasar dan Pastikan Stok LPG Aman

Ilustrasi./IST
Ilustrasi./IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang mencatat kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjelang Lebaran, terutama cabai keriting merah yang saat ini mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Subroto, menjelaskan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga kenaikan tersebut masih dianggap wajar.

“Kalau sembako melebihi harga acuan penjualan tentu akan kita ambil langkah. Namun sementara ini kenaikannya masih di bawah HET, jadi naik turun harga masih tergolong wajar,” ujarnya di Ungaran, Jumat (13/3/2026).

Meski demikian, pihaknya mencatat lonjakan signifikan terjadi pada cabai keriting merah. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp57 ribu per kilogram kini melonjak hingga sekitar Rp90 ribu per kilogram. Untuk menekan kenaikan harga tersebut, pemerintah daerah bersama dinas terkait telah menggelar operasi pasar di sejumlah wilayah.

“Kemarin kita laksanakan operasi pasar, salah satunya hari Jumat di wilayah Bergas dan Bawen. Ini terjadwal dan menjadi langkah antisipasi untuk menekan inflasi daerah,” jelasnya.

Selain memantau harga pangan, pemerintah juga memastikan ketersediaan pasokan LPG menjelang Lebaran tetap aman. Diskumperindag telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk Pertamina, untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
Heru menanggapi isu kelangkaan LPG yang sempat viral di wilayah Pringapus. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan kekurangan stok, melainkan keterlambatan distribusi.

“Setelah kami cek, sebenarnya bukan kelangkaan. Hanya keterlambatan pendistribusian. Dari penjelasan Pertamina, faktor cuaca juga mempengaruhi sandarnya kapal di dermaga sehingga berdampak pada distribusi,” terangnya.

Ia menegaskan, secara keseluruhan stok LPG untuk Kabupaten Semarang masih mencukupi. Hingga Februari 2026, realisasi distribusi LPG telah mencapai sekitar 12 juta tabung dari total alokasi tahunan sekitar 44 juta tabung.

“Artinya stok masih cukup banyak. Untuk kebutuhan menjelang Lebaran diperkirakan sekitar enam sampai hampir tujuh juta tabung,” katanya. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap perekonomian tetap terjaga pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 113,55 atau berada di zona optimistis. Kondisi tersebut didukung penilaian positif terhadap ekonomi saat ini serta ekspektasi perbaikan pendapatan, peluang kerja, dan aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan, sehingga daya tahan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga pada Juni 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved