URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mendorong jajarannya untuk dapat memahami perjuangan leluhur khususnya di dalam membangun Kota Semarang. Hal itu disampaikan Hendi, sapaan akrab wali kota saat berziarah ke Makam Sunan Pandanaran II atau yang biasa dikenal dengan Sunan Bayat di Klaten, Kamis (17/3).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hendi Keliling Berziarah Jelang HUT Kota Semarang Ke-475

Hendi Keliling Berziarah Jelang HUT Kota Semarang Ke-475

Hendi Keliling Berziarah Jelang HUT Kota Semarang Ke-475

featured-img

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mendorong jajarannya untuk dapat memahami perjuangan leluhur khususnya di dalam membangun Kota Semarang. Hal itu disampaikan Hendi, sapaan akrab wali kota saat berziarah ke Makam Sunan Pandanaran II atau yang biasa dikenal dengan Sunan Bayat di Klaten, Kamis (17/3).

“Jadi yang pertama, supaya kawan-kawan memahami perjuangan mereka babat alas Kota Semarang itu luar biasa. Mulai dari dusun kemudian dusunnya berkembang baik, sampai kerajaan Pajang dan Mataram menetapkan Bergota ini sebagai satu kabupaten namanya Kabupaten Semarang dan kemudian berkembang ke Kota Semarang,” terang Hendi.

Selain itu, dirinya juga berharap agar kawan-kawan pemerintah Kota Semarang memahami filosofi Jawa yaitu “Sangkan Paraning Dumadi”. Hendi mengemukakan kalimat tersebut memiliki arti bahwa kita harus ingat jika suatu saat akan kembali ke sang pencipta.

“Dengan panjenengan rawuh di sini kemudian panjenengan memahami bahwa hidup ini dari awal selalu ada akhirnya. Mudah-mudahan kinerja panjenengan ini benar-benar terjaga dan tertata, selalu maksimal mulai dari masyarakat,” ujar Hendi.

Selain berziarah ke Makam Sunan Bayat, sebelumnya Hendi juga berziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran di Mugas. Dan menurut rencana, dirinya juga akan berziarah ke makam Wali kota pertama Kota Semarang, Moch Ichsan. “Kita kalau mau ulang tahun saya bawa rombongan temen-temen untuk berziarah ke tempat-tempat para leluhur kita supaya kawan-kawan paham bahwa hari ini kita ada di birokrasi pemerintahan Kota Semarang ini karena perjuangan beliau-beliau,” ucap Hendi.

Lebih lanjut, Hendi mengingatkan jajarannya supaya selalu istiqomah dalam menjalankan tugas. “Kita harus istiqomah, jangan macem-macem karena suatu saat kita akan dipanggil sang pencipta. Jadi kurang lebih pemahaman itulah yang harus kita pahami supaya kemudian di dalam konteks kehidupan kita semuanya bisa saling menghormati, menghargai dan bekerja sesuai dengan tupoksi sesuai wilayah kita masing-masing. Insyaa Allah hal-hal ini menjadi tujuan kita,” tegas Hendi.

Di sisi lain, Hendi juga berharap dengan kegiatan ziarah makam ini mudah-mudahan semuanya bisa mewarisi nilai-nilai perjuangan dari Sunan Bayat maupun Sunan Pandanaran supaya kita bisa membangun negeri kita khususnya kota Semarang.

BACA JUGA :

Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved