BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang merilis prakiraan pasang surut dan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Semarang–Demak yang berlaku pada Selasa, 2 Juni 2026. Data menunjukkan kondisi laut relatif aman dengan gelombang rendah hingga sedang, namun masyarakat pesisir tetap perlu mewaspadai periode pasang maksimum yang terjadi pada siang hari.
Berdasarkan grafik pasang surut harian Semarang, tinggi muka air laut berada di bawah Mean Sea Level (MSL) 0,6 meter pada dini hari hingga menjelang pagi. Ketinggian air tercatat sekitar 0,3 meter pada pukul 01.00 WIB dan perlahan meningkat menjadi 0,7 meter pada pukul 06.00–07.00 WIB.
Kenaikan muka air laut terus berlangsung hingga mencapai 0,8 meter pada pukul 08.00 WIB. Puncak pasang terjadi pada rentang pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,9 meter. Setelah itu, ketinggian air berangsur turun menjadi 0,8 meter pada pukul 15.00 WIB dan kembali berada di kisaran 0,6 meter pada pukul 17.00 WIB.
Surut terendah diprakirakan terjadi pada pukul 23.00 WIB dengan tinggi muka air laut sekitar 0,2 meter. Pola tersebut menunjukkan fase kenaikan air laut yang cukup signifikan dari pagi menuju siang hari sebelum kembali surut pada malam hari.
Sementara itu, kondisi cuaca maritim di Perairan Semarang–Demak didominasi cuaca berawan hingga cerah berawan pada pagi dan siang hari, kemudian berawan tebal pada sore hingga malam. Suhu udara berkisar 27–31 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 62 hingga 78 persen.
Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 6–11 knot dengan hembusan maksimum mencapai 20 knot. Arus laut bergerak dengan kecepatan sekitar 0,67–1,02 knot. Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5–1,25 meter, tergolong rendah hingga sedang untuk aktivitas pelayaran lokal dan perikanan pesisir.
Untuk periode 3–4 Juni 2026, BMKG juga memprakirakan cuaca dominan berawan tebal dengan suhu permukaan laut sekitar 30 derajat Celsius. Kecepatan arus berkisar 0,71–1,17 knot dan tinggi gelombang tetap berada pada kisaran 0,5–1,25 meter.
Dengan pasang maksimum yang terjadi pada siang hari, masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir Semarang, Demak, serta wilayah pantai utara Jawa Tengah disarankan memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan pasang surut laut terbaru. Informasi tersebut penting untuk mendukung aktivitas pelayaran, perikanan, bongkar muat pelabuhan, serta mengantisipasi kemungkinan genangan rob di lokasi yang selama ini dikenal rawan terdampak pasang air laut.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Selasa, 02 Juni 2026 pic.twitter.com/22g06IGfHy
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 1, 2026
