URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejumlah kios di Pasar Ngaliyan Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang terbakar Kamis (8/12/2022) sore. Sebelumnya diberitakan ada enam lapak pedagang yang dilahap api.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kebakaran di Pasar Ngaliyan Semarang, Camat: 10 Kios Tarbakar

Kebakaran di Pasar Ngaliyan Semarang, Camat: 10 Kios Tarbakar

Kebakaran di Pasar Ngaliyan Semarang, Camat: 10 Kios Tarbakar

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Sejumlah kios di Pasar Ngaliyan Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang terbakar Kamis (8/12/2022) sore. Sebelumnya diberitakan ada enam lapak pedagang yang dilahap api.

Namun, setelah dilakukan pendataan oleh Pemerintah Kota Semarang, ada 10 kios yang ludes terbakar api. Diketahui, kios-kios itu rata-rata adalah kios makanan.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Yang terbakar 10 kios tapi yang memiliki 8 orang karena ada dua orang yang masing-masing memiliki dua kios. Dan yang terbakar bukan pasar, tapi kios-kios di sebelah pasar yang deket sama Kantor Kecamatan,” ujar Camat Ngaliyan, Moelyanto saat dikonfirmasi wartawan.

“Kebanyakan kios yang terbakar warung-warung kuliner,” tambahnya.

Lebih lanjut, Moelyanto dan sejumlah pihak masih melakukan pendataan untuk memastikan kerugian akibat peristiwa itu. “Kalau kerugian sedang dalam proses pendataan, saat ini belum bisa disimpulkan,” bebernya.

Dirinya menjelaskan, informasi sementara yang diterima, kebakaran berasal dari sebuah warung soto. Dirinya menduga pada saat warung tersebut tutup, kompor masih menyala sehingga api menjalar ke seluruh kios yang sebagian struktur bangunan berasal dari kayu.

“Dugaan kebakaran berasal dari warung soto. Kalau penyebabnya saya belum bisa memastikan, masih menunggu hasil investigasi Inafis Polrestabes. Tapi kalau dugaan sementara bukan dari konsleting listrik. Bisa jadi mungkin karena kompor atau gas yang masih menyala,” bebernya

Beruntung saat kebakaran terjadi, situasi di kios-kios sudah sepi. Kios-kios yang terbakar ini beroperasi pada pagi hari.

“Jadi saat terbakar, kios-kios di sana sudah sepi karena tutup jam 14.00 WIB. Mungkin karena masih ada kompor menyala kemudian terbakar. Karena memang warung-warung di sini bukanya pagi sampai siang,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon