RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kecelakaan Maut di Tol Batang-Semarang, Tujuh Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan Maut di Tol Batang-Semarang, Tujuh Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan Maut di Tol Batang-Semarang, Tujuh Orang Meninggal Dunia

SEMARANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol KM 375 + 300 Jalur A Batang – Semarang wilayah Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang pada Senin (5/9/2022) sekira pukul 07.27 WIB.

Dari insiden lalu lintas ini, tujuh orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan 6 orang lainnya mengalami luka-luka. Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy menjelaskan, kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan yakni truk trailer bernomor polisi L-8835-US dan toyota Hiace bernomor polisi W-7202-NA.

“Laporan sementara korban meninggal dunia 7 dan korban luka-luka ada 6. Identitas korban dan saksi-saksi masih dalam pendataan anggota polisi,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Iqbal mengatakan, dari pemeriksaan sementara, kejadian ini bermula ketika mobil toyota Hiace melaju di lajur kanan dari arah barat ke timur. Sesampainya di lokasi kejadian, diduga pengemudi mengantuk lalu hilang kendali sampai berjalan oleng ke kiri menabrak body belakang samping kanan dari Truck Trailer yang dikemudikan oleh Jumain (35) warga Rembang dimana saat itu sedang berjalan searah di depannya di lajur kiri.

“Kemudian Toyota Hiace tersebut berjalan oleng ke kiri tidak terkendali dan akhirnya masuk ke parit,” paparnya.

Saat ini Ditlantas Polda Jateng yang dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Jateng, Kombes Agus Suryo Nugroho mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran