URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga membagikan ratusan takjil kepada masyarakat sebagai bagian dari program Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Salatiga. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Salatiga, Sukamto, dan berlangsung di depan Kantor Kejari Salatiga pada Kamis, 6 Maret 2025 petang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kejari Salatiga Bagikan Takjil, Sasaran Pengemudi Angkot hingga Ojol

Kejari Salatiga Bagikan Takjil, Sasaran Pengemudi Angkot hingga Ojol

Kejari Salatiga Bagikan Takjil, Sasaran Pengemudi Angkot hingga Ojol

Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga membagikan ratusan takjil kepada masyarakat sebagai bagian dari program Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Salatiga. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Salatiga, Sukamto, dan berlangsung di depan Kantor Kejari Salatiga pada Kamis, 6 Maret 2025 petang.
Foto dok IST
Kepala Kejaksaan Negeri Sukamto membagikan takjil bersama sang istri yang juga Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Salatiga, Rini Rahamdani Sukamto . 
featured-img

RASIKAFM.COM | SALAGITA – Ratusan takjil dibagikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga Kamis 6 Maret 2025 petang.

Pembagian takjil di depan Kantor Kejari Salatiga di pimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga Sukamto.

Terlihat pula, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Salatiga Rini Rahamdani Sukamto serta seluruh pegawai dan staf Kejari Salatiga.

Dari pantauan Rasika, beraneka ragam takjil dalam kemasan dibagikan seluruh pegawai Kejari Salatiga dengan menyasar pengguna jalan.

Tak hanya pengendara sepeda motor, takjil juga menyasar pengemudi angkutan kota, pengemudi ojek onlinehingga tukang parkir dan warga sekitar.

Antusias masyarakat terhadap pembagian takjil dari Kejari Salatiga inj sempat membuat arus lalu lintas tersendat namun segera terurai setelah mereka yang mendapatkan dan berlalu.

Ditemui di lokasi, Kajari Salatiga Sukamto mengatakan bahwa pembagian takjil bagian dari program Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Salatiga.

Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) adalah organisasi non-politik yang beranggotakan istri, pegawai, dan pensiunan pegawai Kejaksaan.

“Ya, kegiatan bagi-bagi takjil ini bagian dari program Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Kota Salatiga. Dan dalam kesempatan ini kita membagikan sekitar 150 paket takjil,” ungkap Sukamto.

Ia pun menjelaskan, maksud dari pembagian takjil ini bagian dari upaya berbagi di Bulan Suci Ramadan.

Selain itu, dengan pembagian takjil ini sebagai upaya Kejari Salatiga agar lebih dekat dengan masyarakat.

“Dengan cara ini kita ingin Kejari khususnya Kejari Salatiga lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat. Bahwa ia sekarang Kejaksaan sudah masuk ke berbagai lapisan masyarakat,” ungkap dia.

Hal senada disampaikan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Salatiga Rini Rahamdani Sukamto bahwa dengan kegiatan ini cara jajaran Kejari Salatiga menyampaikan rasa syukur dapat berbagi dengan sesama.

Usai berbagi takjil, seluruh staf dan pegawai Kejari Salatiga melaksanakan buka bersama.

Sebelumnya, pada pagi hari Kejari Salatiga juga menggelar bazar murah bagi sekitar di halaman Kantor Kejari Salatiga.

Ada pun yang disajikan merupakan kebutuhan pokok diantaranya beras sebanyak 1 ton, sirup 20 karton, dan tepung terigu 100 kg. Ada juga gula, bawang putih, cabai, hingga telor.

Dalam pelaksanaannya, Kejari Salatiga memberika potong hingga Rp5000 untuk seluruh item sembako.
“Kami memberikan potongan harga Rp5000 untuk masing-masing item yang dijual dalam bazaar Kejaksaan Negeri Salatiga,” ucap Kepala Sub Bagian Pembinaan pada Kejaksaan Negeri Salatiga Ramlah Hasyim SH.

Skamto saat diwawancarai media

BACA JUGA :

Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved