KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kemarau Panjang, Warga Kedungringin Suruh Krisis Air, Karang Taruna Krajan Krandon Lor Turun Membantu

Kemarau Panjang, Warga Kedungringin Suruh Krisis Air, Karang Taruna Krajan Krandon Lor Turun Membantu

Kemarau Panjang, Warga Kedungringin Suruh Krisis Air, Karang Taruna Krajan Krandon Lor Turun Membantu

Masyarakat di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Suruh, Semarang, Jawa Tengah, menghadapi krisis air akibat musim kemarau yang panjang. Sumber air mereka mengering, mendorong mereka untuk mengandalkan bantuan dari relawan dan pihak terkait. Karang Taruna Krajan Krandon Lor juga turut memberikan kontribusi dengan mengirimkan 6000 liter air bersih.
Foto dok Hanes
Karang Taruna Krajan Desa Krandon Lor Kecamatan Suruh saat baksos air ke warga Dusun Jagir Desa Kedungringin

Sementara Pembimbing Karang Taruna Krajan Krandon Lor, Chion Pradata mengatakan bahwa kegiatan membantu masyarakat saat membutuhkan air bersih telah dilaksanakan sejak 2018 lalu secara gratis.

“Ini kami lakukan sejak 2018. Sebelum Covid-19 kami sudah laksanakan kegiatan ini. Alhamdulillah 2018 rutin kami lakukan setiap hari, namun untuk saat ini kami lakukan kegiatan ini setiap Sabtu dan Minggu,” kata Chion.

Pemberian air bersih kepada warga yang terdampak kemarau panjang ini berawal dari rasa simpati anggota Karang Taruna kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih.

“Karang Taruna berinisiatif untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah salah satunya krisis air bersih,” ujarnya.

Chion mengaku kegiatan ini merupakan kegiatan yang mengasyikan karena selain memacu rasa kepedulian antar sesama, juga dapat mempererat tali persaudaraan.

“Kegiatan ini sangat mengasyikkan. 6000 liter air bersih kami kirimkan ke daerah terdampak,” katanya.

Pembimbing Karang Taruna Krajan Krandon Lor, Chion Pradata

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]