URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Javierlint Rachma Kusuma Nadhif (21), dari Dusun Pongangan, Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, berhasil meraih gelar Puteri Kebaya Inspiratif Indonesia 2024 dalam ajang Pemilihan Puteri Kebaya Indonesia 2024 yang diadakan di Surabaya pada 27-29 Juni 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Keren! Gadis Asal Getasan Berhasil Raih Gelar Putri Kebaya Inspiratif Indonesia

Keren! Gadis Asal Getasan Berhasil Raih Gelar Putri Kebaya Inspiratif Indonesia

Keren! Gadis Asal Getasan Berhasil Raih Gelar Putri Kebaya Inspiratif Indonesia

Javier (berkebaya dan hijab putih) bersama para finalis lain saat acara Grand Final Pemilihan Puteri Kebaya Indonesia Tahun 2024 di Hall Grand City Mall Surabaya, Sabtu (29/6/2024). Foto: IST
Javier (berkebaya dan hijab putih) bersama para finalis lain saat acara Grand Final Pemilihan Puteri Kebaya Indonesia Tahun 2024 di Hall Grand City Mall Surabaya, Sabtu (29/6/2024). Foto: IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Javierlint Rachma Kusuma Nadhif (21), asal Dusun Pongangan, Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Pemilihan Puteri Kebaya Indonesia Tahun 2024, yang digelar di Surabaya, pada 27 hingga 29 Juni 2024.

Mahasiswi semester 2 Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta ini berhasil menyabet gelar Puteri Kebaya Inspiratif Indonesia 2024 untuk kategori dewasa. Ia mengalahkan
19 peserta lain pada tahapan 10 finalis terpilih.

Javier (panggilan akrabnya) mengaku sangat bersyukur atas capaian yang diraihnya ini. Sebab, ajang ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti ajang pemilihan skala nasional.

“Sangat bersyukur, karena bisa masuk sebagai finalis saja, sebenarnya sudah luar biasa bagi saya,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (2/7/2024).

Salah satu momen yang patut mendapatkan apresiasi adalah saat ia berkesempatan menampilkan dan memperkenalkan kebaya bermotif Gagrak Semarangan, yang merupakan corak khas Bumi Serasi pada ajang ini.

Baginya, kesuksesan di ajang Pemilihan Putri Kebaya Indonesia 2024 ini menjadi motivasi yang besar untuk terus berkarya dan bisa berbuat lebih banyak lagi dalam mengenalkan keanekaragaman serta kekayaan budaya khas bangsa Indonesia.

“Selain bersyukur, tentu saya juga berterimakasih kepada keluarga, teman, sahabat dan siapapun yang telah banyak memberikan dukungan hingga saya berada pada capaian yang sekarang ini,” kata Javier.

Sementara dalam sambutannya, National Direktur Puteri Kebaya Indonesia, Else Selviana mengungkapkan, total jumlah pendaftar pada ajang Pemilihan Puteri Kebaya Indonesi 2024 ini mencapai lebih dari 200 peserta dan mewakili berbagai provinsi di tanah air. Dari jumlah itu kemudian dipilih sebanyak 48 finalis yang lolos dan berkesempatan berkompetisi dalam grand final dan terbagi dalam tiga kategori.

“Untuk peserta cilik (6 -12 tahun) sebanyak11 finalis, remaja (13- 18 tahun) 17 finalis dan kategori dewasa (19 – 30 tahun) sebanyak 20 finalis,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemilihan Puteri Kebaya Indonesia tidak hanya sebagai ajang kontes kecantikan saja, melainkan juga sebagai wadah untuk mengedukasi perempuan Indonesia agar mereka mampu berbudaya dan berkebaya.

“Jadi di sini ada beberapa penilaian dari kami selaku dewan juri dan tim penyelenggara. Termasuk mereka punya kontribusi apa di tengah- tengah masyarakat,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan