URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota Semarang dinilai efektif dalam upaya mencegah potensi lonjakan kasus Covid-19 pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Sejumlah pembatasan kegiatan yang diatur dalam Instruksi Wali Kota Semarang pun tercatat berjalan dengan baik.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kota Semarang Efektif Cegah Penyebaran Covid-19 Saat Nataru

Kota Semarang Efektif Cegah Penyebaran Covid-19 Saat Nataru

Kota Semarang Efektif Cegah Penyebaran Covid-19 Saat Nataru

featured-img

Pemerintah Kota Semarang dinilai efektif dalam upaya mencegah potensi lonjakan kasus Covid-19 pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Sejumlah pembatasan kegiatan yang diatur dalam Instruksi Wali Kota Semarang pun tercatat berjalan dengan baik.

Hal itu terlihat dari hasil Rakor Gubernur Jawa Tengah terkait Evaluasi Penanganan Pandemi Covid-19 di Jawa Tengah, Senin (3/1). Secara umum disebutkan jika penerapan prokes di berbagai tempat wisata di Kota Semarang saat libur Natal dan tahun baru kemarin telah dilakukan sesuai harapan.

Di antaranya Semarang Zoo yang mampu menjaga jumlah pengunjung maksimal 75% dari daya tampung, dengan menerapkan prokes dan sistem buka tutup. Kemudian Lawang Sewu yang terpantau kunjungan wisatawan 50% dari kapasitas bahkan masih di bawah kapasitas pada saat libur Natal dan menjalankan prokes dengan baik.

Bahkan kawasan Pantai Marina yang biasanya menjadi salah satu tempat favorit pergantian tahun di Kota Semarang, kali ini tercatat hanya dipadati 25 % pengunjung dari daya tampung, dan mampu menerapkan prokes secara ketat di pintu masuk.

Dan upaya menarik rem yang dilakukan di Kota Semarang itu pun terbukti berdampak pada minimnya penambahan kasus Covid-19 pasca libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Hal tersebut sangat berbeda dengan momentum natal dan tahun baru di Kota Semarang sebelumnya, dimana mencatatkan lonjakan kasus Covid-19 yang cukip signifikan.

Halaman 1 dari 2

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon