URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Program Sosialisasi Salatiga SAKTI dengan tema “Menuju Peningkatan Capaian Sanitasi Aman di Kota Salatiga” diselenggarakan oleh Dinas PUPR bersama TP PKK Kota Salatiga dan dihadiri oleh Ketua TP PKK Retno Robby Hernawan di Kelurahan Bugel, Selasa, 22 Juli 2025, untuk mendorong peningkatan sanitasi yang layak dan inklusif di wilayah dengan predikat Sanitasi Aman Rendah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Menuju Salatiga Sakti, Peningkatan Capaian Sanitasi Aman Di Kota Salatiga

Menuju Salatiga Sakti, Peningkatan Capaian Sanitasi Aman Di Kota Salatiga

Menuju Salatiga Sakti, Peningkatan Capaian Sanitasi Aman Di Kota Salatiga

Retno Robby Hernawan, bersama ketua PKK RW,dan tamu undangan lain saat Sosialisasi Salatiga Sakti, Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, hadiri acara Sosialisasi Salatiga Sakti, “Menuju Peningkatan Capaian Sanitasi Aman Di Kota Salatiga” bertemdi Kelurahan Bugel, Selasa (22/07/2025). Sosialisasi ini dihadiri oleh TP PKK Kecamatan Sidorejo, TP PKK Kelurahan Bugel, Kader PKK Kelurahan Bugel, Ketua Kelompok PKK RW,dan para tamu undangan lainya.

Ketua TP PKK Kota Salatiga menyampaikan apresiasi terhadap upaya kolaboratif antara Dinas PUPR dan TP PKK Kota Salatiga dalam mendukung tercapainya target sanitasi layak di wilayah tersebut. Program Salatiga SAKTI dinilai sejalan dengan visi-misi Pemerintah Kota Salatiga, khususnya dalam pengelolaan lingkungan hidup dan implementasi 10 Program Pokok PKK, terutama poin ke-9 yaitu pelestarian lingkungan hidup.

Program ini didukung oleh Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagaimana diatur dalam PP No. 2 Tahun 2018, yang menjamin layanan dasar secara adil dan setara, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan rakyat, dan ketenteraman-ketertiban masyarakat. Ketua TP PKK menekankan pentingnya menjangkau kelompok rentan serta wilayah yang masih memiliki tingkat layanan dasar yang rendah.

Kelurahan Bugel ditunjuk sebagai pilot project dalam implementasi Salatiga SAKTI, mengingat statusnya sebagai salah satu dari lima kelurahan di Kota Salatiga dengan predikat Sanitasi Aman Rendah. Program ini bertujuan bukan hanya untuk membenahi fasilitas sanitasi, namun juga membangun kesadaran masyarakat bahwa isu sanitasi adalah hal yang penting dan tidak boleh dianggap tabu atau disembunyikan.

“Program ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat dari semua lini, mulai dari Dinas PUPR, pihak kecamatan dan kelurahan, hingga peran aktif PKK dan Posyandu, agar tidak ada lagi kelurahan di Salatiga yang termasuk kategori Sanitasi Aman Rendah,” ujar Retno.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan