URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan anak di Sidomukti, Salatiga, mencoba berbagai alat permainan tradisional yang jarang mereka temui, seperti dakon, tiga jadi, lompat tali, bakiak, dan dingklik oglak-aglik, dalam perayaan Hari Anak 2024 yang digelar oleh komunitas Latar Kalitan dan Soramata pada Minggu (21/7/2024).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meriah! Perayaan Hari Anak 2024, Ratusan Anak di Sidomukti Salatiga Diajak Bermain Alat Tradisional

Meriah! Perayaan Hari Anak 2024, Ratusan Anak di Sidomukti Salatiga Diajak Bermain Alat Tradisional

Meriah! Perayaan Hari Anak 2024, Ratusan Anak di Sidomukti Salatiga Diajak Bermain Alat Tradisional

Suasana ceria anak-anak terdengar dari Balai RW IV Grogol Kelurahan Dukuh Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ratusan anak yang ada di Sidomukti Salatiga mencoba aneka alat permainan yang tak pernah mereka temui sebelumnya.

Mulai dari dakon, tiga jadi, lompat tali atau sprengan, bakiak, dan dingklik oglak-aglik. Tak hanya itu, ada juga permainan bentik, egrang, engklek, dan adu kelereng.

“Selain itu ada juga taman bermain yang dilengkapi aneka dekorasi serta perpustakaan mini untuk membiasakan anak-anak membaca,” kata Triyan Hendra, Panitia Perayaan Hari Anak 2024 yang digelar komunitas Latar Kalitan dan Soramata, Minggu (21/7/2024).

Permainan bakiak dan tiga jadi menjadi salah satu favorit yang banyak dicoba pengunjung.

Saat bermain bakiak, mereka seolah berlomba dengan kelompok lain.

Meski begitu, saat terjatuh usai salah melangkah, anak-anak tersebut malah tertawa dan kembali bangkit meneruskan permaianan.

Begitu pun di stand permainan tiga jadi. Pemainnya terfokus pada papan permainan dan mencoba segala strategi untuk mengalahkan lawannya.

Secara bergantian, mereka memainkan tiga jadi dengan penuh suka cita.

Namun ternyata, aneka permainan tersebut tak hanya dimainkan anak-anak.

Pengunjung dewasa dan remaja pun mencoba permainan tradisional yang tersedia.

“Ini untuk mengenang masa lalu, kalau sekarang sudah tidak sempat bermain lagi karena sibuk bekerja memenuhi kebutuhan hidup,” kata Riski Adi.

Triyan, yang akrab dipanggil Nayir mengatakan, Latar Kalitan sengaja menghadirkan berbagai permainan tradisional.

“Jadi ini bukan hanya sekadar romantisme, tapi juga mengajak anak-anak untuk bermain bersama secara komunal. Tidak individu, karena permainan zaman dulu itu pasti dimainkan bareng-bareng. Bahagianya bersama,” ungkapnya.

Menurut Nayir, perkembangam zaman memang tak bisa ditolak.

“Memang sekarang kecenderungannya, ada anak rewel, dikasih ponsel agar diam. Namun berikan juga mereka ruang bersosialisasi, agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang individualis,” kata dia.

Sementara itu Faramita Septiani sengaja mengajak dua anaknya untuk datang ke Perayaan Hari Anak 2024 Latar Kalitan.

“Senang juga melihat anak-anak tertawa bersama seusianya. Apalagi disini juga tidak hanya sekadar bermain, anak-anak juga diajari melukis dan keterampilan lain,” ujarnya.

Selain aneka permainan, Perayaan Hari Anak 2024 tersebut juga dimeriahkan teater Latar Kalitan, monolog Kleting, Sastra Sastro, sanggar Sang Soko, perform Gading Suryadmaja dan Hope Kids.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon