KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pelaku Pembudidaya dan Pengolahan Hasil Ikan di Salatiga Peroleh Pembekalan Izin

Pelaku Pembudidaya dan Pengolahan Hasil Ikan di Salatiga Peroleh Pembekalan Izin

Pelaku Pembudidaya dan Pengolahan Hasil Ikan di Salatiga Peroleh Pembekalan Izin

Suasana pelatihan perizinan usaha budidaya dan pengolahan perikanan yang diselenggarakan oleh Dispangtan Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam rangka mendongkrak daya saing di bidang budidaya perikanan dan pengolahan perikanan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga menggelar pelatihan perizinan usaha, Selasa (27/5/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Kawasan Pembudidaya Ikan Terpadu, Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) itu bertujuan untuk meningkatkan daya saing sektor perikanan di daerah.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga, Heni Mulyani, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memajukan potensi perikanan lokal.

“Kegiatan ini juga mendukung program Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Perizinan penting karena menjadi tolok ukur capaian hasil, dan setelah sosialisasi ini akan ada pendampingan untuk melihat manfaatnya,” ungkap Heni.

Dijelaskan, pelatihan diikuti oleh 70 orang dari kelompok pembudidaya ikan dan 70 lainnya dari kelompok pengolah hasil perikanan.

Menurutnya, penguasaan aspek perizinan sangat penting demi keberlangsungan dan legalitas usaha perikanan.

Heni menambahkan, pemerintah juga melakukan pemantauan melalui penyuluh perikanan untuk melihat indikator peningkatan jumlah pembudidaya, terutama dari proses pengurusan perizinan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Ini semua menjadi bekal untuk mendukung pengembangan bisnis perikanan, yang menghadapi banyak tantangan seperti harga pakan yang tinggi dan pemilihan bibit yang tepat,” terangnya.

Meski bukan daerah penghasil utama perikanan di Jawa Tengah, Salatiga tetap menargetkan kontribusi terhadap swasembada dan ketahanan pangan dengan minimal memenuhi kebutuhan lokal.

Karena itu, para pelaku usaha perlu memahami standar keamanan pangan dari hasil perikanan, serta memastikan setiap tahapan produksi dilakukan dengan benar agar aman untuk dikonsumsi.

“Keuntungannya, jika seluruh perizinan terpenuhi, kelompok usaha dapat mengajukan kerja sama penjualan dengan mitra di dalam maupun luar kota, termasuk untuk memasok program Makan Bergizi Gratis (MBG),” tambahnya.

Salah satu peserta, Joko Wahyudi dari Kelompok Pembudidaya Ikan Lima Mina Gamol, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat. Terlebih, narasumber berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

“Harapannya ada masukan bagi peserta, dan hasilnya juga berguna bagi pemerintah dalam meningkatkan produksi perikanan. Materinya dikupas tuntas, terutama terkait permasalahan di lapangan, dan ada sesi tanya jawab yang sangat membantu,” ujarnya.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang