URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pada tanggal 14 Februari 2024, suasana pasar pagi di Pasar Raya I, Jalan Jendral Sudirman Salatiga terpantau sepi karena mayoritas warga disibukkan dengan proses pemilihan calon presiden dan legislatif pada Pilpres dan Pileg. Pantauan rasikafm.com dilokasi pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WIB terlihat jumlah pengunjung pasar mengalami penurunan hingga 50 persen dari hari-hari biasanya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Persiapan Nyoblos, Aktivitas Pasar Pagi Salatiga Sepi

Persiapan Nyoblos, Aktivitas Pasar Pagi Salatiga Sepi

Persiapan Nyoblos, Aktivitas Pasar Pagi Salatiga Sepi

Pada tanggal 14 Februari 2024, suasana pasar pagi di Pasar Raya I, Jalan Jendral Sudirman Salatiga terpantau sepi karena mayoritas warga disibukkan dengan proses pemilihan calon presiden dan legislatif pada Pilpres dan Pileg. Pantauan rasikafm.com dilokasi pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WIB terlihat jumlah pengunjung pasar mengalami penurunan hingga 50 persen dari hari-hari biasanya.
Foto Arief Rasika
Suasana pasar pagi Salatiga sepi pembeli, rabu 14.2.2024 pagi
featured-img

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Pada tanggal 14 Februari 2024, suasana pasar pagi di Pasar Raya I, Jalan Jendral Sudirman Salatiga terpantau sepi karena mayoritas warga disibukkan dengan proses pemilihan calon presiden dan legislatif pada Pilpres dan Pileg.

Pantauan rasikafm.com dilokasi pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WIB terlihat jumlah pengunjung pasar mengalami penurunan hingga 50 persen dari hari-hari biasanya.

Hanya sedikit pengunjung yang terlihat membeli sayuran, ikan, daging ayam, dan kebutuhan lainnya.

Rasmin, seorang penjual pukis di pasar pagi, mengaku bahwa pasar sepi karena mayoritas masyarakat yang memilih untuk mencoblos.

“Ini sepi mas karena masyarakat pada mau mencoblos,” ungkapnya

Dia memperkirakan bahwa pengunjung pasar hanya sekitar 50 persen dari hari biasanya.

Rasmin juga menyatakan bahwa banyak pedagang yang memilih untuk libur dan jumlah pembeli juga sangat sepi.

“Malah banyak yang berjualan,” tambahnya.

Martini, salah satu pengunjung pasar, juga mengamini hal ini dengan mengatakan bahwa pasar sangat sepi hari ini.

“Tidak seperti biasanya yang berjubel dan berdesak-desakan,” jelasnya.

Dian, pengunjung pasar lainya mengungkapkan bahwa kondisi pasar yang sepi ini menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam proses demokrasi dengan menggunakan hak suara mereka dalam Pilpres dan Pileg, sehingga prioritas untuk berbelanja di pasar pagi menjadi berkurang.

“Ya ini mencerminkan semangat kewarganegaraan yang tinggi dalam masyarakat Salatiga,”ucapnya.

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan