URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polres Semarang Bagi-bagi Daging Kurban Kepada Warga Terdampak PPKM Darurat

Polres Semarang Bagi-bagi Daging Kurban Kepada Warga Terdampak PPKM Darurat

Polres Semarang Bagi-bagi Daging Kurban Kepada Warga Terdampak PPKM Darurat

featured-img
Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo membagikan daging kurban kepada warga terdampak PPKM Darurat di kawasan Susukan Ungaran Timur belum lama ini. (Foto/ dok Humas Polres Semarang)

UNGARAN – Memperingati Hari Raya Iduladha Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo membagikan daging kurban sebanyak 75 bungkus kepada warga yang terdampak PPKM Darurat di seputaran kelurahan Susukan Ungaran Timur dan pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Kalirejo Ungaran Barat.

Mereka merasa terharu dengan kepedulian Polres Semarang di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19, terlebih bagi mereka yang terkena dampak PPKM Darurat. Kapolres menyampaikan hal ini sebagai wujud kepedulian Polres Semarang terhadap PKL yang berdampak langsung terhadap PPKM Darurat yang sudah di tetapkan oleh pemerintah.

Di tempat lain Kapolres juga menyerahkan hewan kurban berupa 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing kepada pengasuh LKS Al-Hayani Ponpes Roudlotul Jannah Ustadz Luthfinul Hakim. Kapolres berpesan kepada para santriwan dan santriwati agar tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan tetap menjaga 5M, sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini. (win)

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan