KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Provinsi Jawa Tengah Pionir dalam Pengembangan Rumah Sakit Berkompetensi Syariah

Provinsi Jawa Tengah Pionir dalam Pengembangan Rumah Sakit Berkompetensi Syariah

Provinsi Jawa Tengah Pionir dalam Pengembangan Rumah Sakit Berkompetensi Syariah

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengapresiasi Provinsi Jawa Tengah menjadi pionir dalam pengembangan rumah sakit dengan kompetensi dan pelayanan syariah, serta terbentuknya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengatakan akan terus mengembangkan pelayanan kesehatan atau rumah sakit dengan kompetensi syariah di Jawa Tengah.
Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mendampingi pengukuhan KDEKS dan pembukaan Jateng Halal Fair 2023 oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, di Aloon-aloon Masjid Agung Semarang, Senin (3/4/2023).

Semarang – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengapresiasi Provinsi Jawa Tengah yang telah menjadi pionir dalam pengembangan rumah sakit, dengan kompetensi dan pelayanan syariah. Ia juga mengapresiasi terbentuknya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Tengah.

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan akan terus mengembangkan pelayanan kesehatan atau rumah sakit dengan kompetensi syariah di Jawa Tengah.

“(Rumah Sakit Islam) Sultan Agung ternyata yang pertama. Kami akan coba kembangkan,” ucap Ganjar, seusai mendampingi pengukuhan KDEKS dan pembukaan Jateng Halal Fair 2023 oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, di Aloon-aloon Masjid Agung Semarang, Senin (3/4/2023).

Dalam kepengurusan KDEKS Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didapuk sebagai ketua, dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen sebagai wakil ketua. Selain itu, struktur kepengurusan juga sudah lengkap, sehingga Ganjar akan langsung menggenjot pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah.

“Kepengurusan sekarang sudah lengkap ya. Kami akan mulai serius mendaftar mana saja yang sudah siap,” terang Ganjar.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan KDEKS Provinsi Jawa Tengah menjadi bagian dari 13 KDEKS yang sudah terbentuk di Indonesia. KDEKS mencerminkan komitmen untuk pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah yang mendukung Indonesia menjadi pusat produsen halal di dunia.

“Saat ini sudah terbentuk 13 KDEKS di seluruh Indonesia. Pengukuhan di Jateng paling baik, saya lihat penampilannya luar biasa, dan semangat pengembangannya juga akan luar biasa,” kata Ma’ruf.

Ia menyampaikan, dalam pengembangan kompetensi syariah, Jawa Tengah telah menjadi pionir dalam pelayanan kesehatan atau rumah sakit berkompetensi syariah. Setidaknya sudah ada dua rumah sakit yang menerapkan pelayanan syariah, yaitu Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dan Rumah Sakit PKU Muhamadiyah.

Dalam acara pengukuhan KDEKS Provinsi Jawa Tenga, juga digelar Jateng Halal Fair 2023. Dalam event itu ada sekitar 50 stand UMKM produk halal dan berbasis syariah. Jateng Halal Fair itu merupakan bagian dari Nasional Halal Fair untuk memperluas bisnis ke komunitas masyarakat yang lebih luas.

“Sehingga meningkatkan kesadaran dalam pentingnya kehalalan dalam produk jasa yang dikonsumsi,” ucap wagub, selaku ketua pelaksana.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]