[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Dengan Bangga, Dua Pelajar SMKN Jateng Bercerita di depan Presiden Jokowi

Dengan Bangga, Dua Pelajar SMKN Jateng Bercerita di depan Presiden Jokowi

Dengan Bangga, Dua Pelajar SMKN Jateng Bercerita di depan Presiden Jokowi

Foto: Humas Pemprov Jateng
Dua pelajar SMK Negeri Jawa Tengah, Adelia dan Hilmi, berkesempatan berbincang langsung dengan Presiden Joko Widodo di Semarang, Rabu (30/8/2023).

Semarang – Dua pelajar SMK Negeri di Jawa Tengah, Adelia dan Hilmi, merasa sangat bangga dapat berbagi cerita pribadi di hadapan Presiden Joko Widodo yang sedang mengunjungi sekolah gratis yang diinisiasi oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

“Senang banget, deg-degan juga bisa bercerita di hadapan Pak Jokowi. Saya gak menyangka, ini kesempatan paling berharga buat saya,” kata Adelia di Semarang, Rabu.

Ia menceritakan bahwa dirinya anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan tragis.

“Tadi saya cerita tentang kecelakaan saya. Waktu itu saya naik mobil bersama bapak, ibu, adik, dan paman. Saat terjadi kecelakaan, bapak, ibu, adik dan paman semuanya meninggal. Hanya saya yang selamat,” ujarnya sambil menahan tangis.

Kendati demikian, musibah itu tidak membuat Adelia putus asa, meskipun sempat kebingungan mau melanjutkan pendidikan hingga akhirnya diterima bersekolah di SMKN Jateng semi-asrama di Kabupaten Demak.

“Saya senang bisa sekolah di sini secara gratis. Tadi saya juga cerita ke Pak Jokowi kalau saya mau jadi polwan,” katanya.

Hal senada disampaikan Hilmi, siswa SMKN Jateng lainnya yang baru lulus itu, bercerita tentang pengalaman sekolah di tempat tersebut menggunakan bahasa Jepang.

“Tadi saya menceritakan, saya di sini alumni yang sedang belajar bahasa Jepang. Nanti di akhir ada tes masuk beasiswa di Takayama College di Jepang. Saya cerita pakai bahasa Jepang dan bahasa Indonesia,” ujarnya.

Saat bercerita, dirinya melihat respons Presiden Jokowi yang terlihat bangga sambil sesekali manggut-manggut, tersenyum, dan kemudian bertepuk tangan.

“Pak Jokowi kelihatan senang banget, ekspresinya bangga dan tepuk tangan. Itu suatu penghargaan buat saya,” katanya.

Kepada Jokowi, ia juga menceritakan betapa bangga bisa bersekolah di SMKN Jateng karena bapaknya hanya seorang buruh bangunan sehingga sempat membuat pesimistis bisa melanjutkan sekolah.

“Ya tadi cerita itu, bagaimana saya senang bisa sekolah di sini, full mendapat beasiswa mulai asrama, makan, seragam semuanya gratis. Tadi juga saya sampaikan terima kasih pada Pak Ganjar yang telah mendirikan SMKN Jateng ‘boarding school’ (sekolah berasrama) gratis untuk siswa miskin seperti saya,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke SMKN Jateng dengan didampingi Ibu Negara Iriana, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Presiden Jokowi mengapresiasi keberadaan SMKN Jateng yang dikhususkan para pelajar dari keluarga yang tidak mampu dengan biaya sepenuhnya ditanggung Pemprov Jateng.

“Saya kira ini sebuah inisiatif yang sangat bagus dari Pak Ganjar. Dulunya ini gedung BLK, kemudian digeser jadi SMK dan khusus untuk keluarga miskin. Jadi ini cara menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kemiskinan,” kata dia.

Program itu, kata dia, bagus karena khusus untuk anak kurang mampu dan tidak dipungut biaya. Justru, siswa yang belajar di sekolah itu dibiayai oleh Pemprov Jateng, seperti seragam, sepatu, dan makan.

“Karena ini ‘boarding school’ ya, jadi sangat bagus. Ini bisa diperluas di provinsi yang lain untuk keluarga yang tidak mampu. Nanti Pak Mendikbud biar ke sini, kalau menurut saya bisa (diterapkan ke nasional, red.). Saya melihat bagus,” ujar Jokowi.

BACA JUGA :

Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menjadi tuan rumah International Academic Workshop “Exploring LEGO-STEM Based Learning for Creativity, Collaboration, and Problem-Solving Skills” bersama dua profesor dari Belgia. Kegiatan yang bekerja sama dengan LP2M UIN Salatiga tersebut melibatkan murid dari sejumlah sekolah untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah melalui pembelajaran berbasis STEM.
Perluas Pengalaman Belajar Siswa, SMA Sainstek Salatiga Hadirkan Profesor dari Belgia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px