Berdasarkan prakiraan pasang surut harian yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, kondisi muka air laut di perairan Semarang pada Selasa, 23 Juni 2026 menunjukkan pola pasang yang meningkat secara bertahap sejak dini hari hingga siang hari.
Ketinggian muka air laut pada pukul 01.00 WIB tercatat sekitar 0,3 meter dan terus naik menjadi 0,6 meter pada pukul 04.00–05.00 WIB. Kenaikan berlanjut hingga mencapai 0,8 meter pada pukul 11.00–12.00 WIB sebelum memasuki fase pasang maksimum.
Puncak pasang laut diprakirakan terjadi pada rentang pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,9 meter. Nilai tersebut berada di atas Mean Sea Level (MSL) sebesar 0,6 meter yang menjadi acuan rata-rata muka laut. Setelah periode puncak, muka air laut mulai menurun menjadi 0,8 meter pada pukul 17.00 WIB dan 0,7 meter pada pukul 18.00 WIB.
Surut terendah diperkirakan terjadi pada malam hingga menjelang tengah malam, yakni sekitar pukul 22.00–24.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,2 meter. Dengan demikian, rentang pasang surut harian mencapai sekitar 0,7 meter antara kondisi tertinggi dan terendah.
Dari sisi cuaca maritim, perairan Semarang–Demak selama 23–25 Juni 2026 umumnya berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara berkisar antara 26–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara 73–86 persen. Angin dominan bertiup dari sektor timur hingga tenggara dengan kecepatan 13–19 knot pada 23 Juni, sementara untuk periode 24–25 Juni berkisar 4–15 knot.
Suhu permukaan laut diprakirakan mencapai 30 derajat Celsius. Arus laut bergerak menuju sektor barat daya (SW) dengan kecepatan sekitar 0,64–1,21 knot. Tinggi gelombang di perairan Semarang–Demak umumnya berada pada kisaran 0,5–1,25 meter, meski pada beberapa periode dapat meningkat hingga 1,25–2,5 meter.
Kondisi tersebut secara umum masih mendukung aktivitas pelayaran lokal, nelayan, dan kegiatan di kawasan pesisir. Namun, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir Semarang, Pelabuhan Tanjung Emas, kawasan tambak, serta daerah yang selama ini rentan rob perlu mencermati periode pasang maksimum pada siang hingga sore hari. Potensi genangan dapat meningkat apabila pasang laut bertepatan dengan hujan lokal atau aliran air yang terhambat menuju laut.
BMKG mengimbau pelaku pelayaran, nelayan, dan masyarakat pesisir untuk terus memantau informasi cuaca maritim dan pasang surut terbaru guna mengantisipasi perubahan kondisi perairan serta potensi dampaknya terhadap aktivitas di wilayah pantai Jawa Tengah.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Selasa, 23 Juni 2026 pic.twitter.com/w0a4kxNVjd
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 22, 2026



