KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ribuan Ulat Aneh Serang Rumah Warga Cabean Salatiga

Ribuan Ulat Aneh Serang Rumah Warga Cabean Salatiga

Ribuan Ulat Aneh Serang Rumah Warga Cabean Salatiga

Sejak 2 hari belakangan ini, ribuan ulat memasuki rumah warga RT 01 RW 14 Cabean, Mangunsari. Keberadaan Mereka memakan daun-daun di pohon yang ada di pekarangan warga. Rumah yang paling banyak dimasuki ulat adalah milik Samadi.

Selama dua hari ini, tiap pagi dirinya sibuk menyingkirkan ulat dari rumahnya. “Tadi terkumpul lebih dari setengah ember semen,” tutur Samadi kepada media Kamis, 9.6.22.

Hal senada diungkapkan Arwi, yang rumahnya juga kedatangan tamu tidak diundang tersebut. “Banyak bunga yang daunnya habis dimakan,” ujar dia.

Disebutkan jika ulat itu berasal dari kebun kosong yang berada di samping rumah Samadi. Ulat itu berwarna hitam. Dengan kepala kuning. “Seperti ulat ‘kilan’ tetapi ini warnanya hitam,” imbuhnya.

Warga saat membersihkan ulat

Ulat itu merambat dari pagar dan tanaman. Sementara jika pagi, dijalanan banyak tersebar ulat.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]