RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Sempat Terguling, Truk Kontainer Alami Rem Blong di JLS Salatiga, 4 Orang Luka

Sempat Terguling, Truk Kontainer Alami Rem Blong di JLS Salatiga, 4 Orang Luka

Sempat Terguling, Truk Kontainer Alami Rem Blong di JLS Salatiga, 4 Orang Luka

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Lingkar Selatan Salatiga, Rabu malam (1/10/2025), saat truk kontainer dari Solo ke Semarang diduga rem blong dan menabrak dua motor. Empat orang terluka lalu dilarikan ke RSUD Salatiga. Polisi mengevakuasi truk dengan crane dan mengatur lalu lintas agar kondusif.
Foto dok IST
Kondisi truk yang terlibat kecelakaan di JLS

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kecelakaan beruntun Kembali terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (1/10/2025) malam. Sebuah truk kontainer diduga mengalami rem blong hingga menabrak dua kendaraan lain, terguling, dan menghantam pembatas jalan. Muatan kontainer juga terlepas dan terpental ke seberang jalan.

Kepada rasikafm.com Kanit Gakkum Satlantas Polres Salatiga, Aiptu Siswanto, menjelaskan kecelakaan bermula saat truk melaju dari Solo menuju Semarang. Sesampainya di simpang tiga Gamol, truk diduga mengalami rem blong.

“Diduga truk mengalami gangguan pada fungsi rem, sehingga membentur kendaraan Mio warna biru yang ada di depannya, kemudian oleng ke kanan dan mengenai kendaraan Mio berwarna merah,” terang Aiptu Siswanto.

Akibat kejadian sekitar pukul 19.15 WIB tersebut, empat orang mengalami luka-luka, terdiri dari tiga pengendara sepeda motor dan pengemudi truk.

“Untuk korban sudah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di RSUD Kota Salatiga. Korban mengalami luka-luka,” ungkapnya.

Usai kejadian petugas langsung mengevakuasi truk dan kontainer yang terguling menggunakan crane, serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Aiptu Siswanto berikan keterangan media

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran