RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Tersenggol Truk Boks, Pemotor di Lopait Tuntang Terjatuh dan Tewas Terlindas Dump Truk

Tersenggol Truk Boks, Pemotor di Lopait Tuntang Terjatuh dan Tewas Terlindas Dump Truk

Tersenggol Truk Boks, Pemotor di Lopait Tuntang Terjatuh dan Tewas Terlindas Dump Truk

Seorang pemotor tewas usai terlibat kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Fatmawati, Lopait, Tuntang, Selasa (14/1/2025) sore. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Jalan Fatmawati, tepatnya di ruas Jalan Salatiga-Bawen, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Selasa (14/1/2025) sore. Seorang pengendara motor tewas setelah terlibat dalam insiden dengan dua truk.

Korban adalah M. Thosin (29) seorang warga Desa Koripan, Kecamatan Susukan. Ia mengendarai sepeda motor Suzuki Satria bernomor polisi H 3472 TY dari arah Salatiga menuju Bawen.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang ada di lokasi, korban mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan sedang. Sebab, kondisi arus lalu lintas saat kejadian terbilang cukup padat.

Sesampainya di lokasi kejadian, korban diduga tersenggol oleh sebuah truk boks tertutup bernomor polisi B 9226 VXR. Akibat senggolan tersebut, korban terjatuh ke jalan dan terlindas oleh dump truk yang melintas di belakangnya.

Ranto (31), seorang saksi mata yang bekerja di bengkel dekat lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa ia mendengar keributan sebelum menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Saya segera lari mendekat dan mendapati korban sudah meninggal lalu berusaha menutupinya dengan kardus,” ujarnya.

Usai insiden tersebut, baik truk boks yang menyenggol korban maupun dump truk yang melindas korban langsung berhenti di lokasi untuk bertanggung jawab.

“Korban mengalami luka parah di bagian kepala sebelah kanan. Kondisinya sangat mengenaskan, sehingga meninggal di tempat,” tambah Ranto. (win)

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran