[audio_player]
[posts_like_dislike]
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menyambut 14 mahasiswa dari enam negara dalam acara SWIS 2025 Awardee Welcome Reception. Acara digelar sebagai langkah internasionalisasi kampus, Jumat (3/10/2025). Program beasiswa ini menegaskan komitmen UKSW membangun pendidikan global berbasis keberagaman dengan dukungan penuh sivitas akademika.

Mbak Google

KABAR RASIKA

UKSW Sambut 14 Mahasiswa Internasional Penerima Satya Wacana International Scholarship

UKSW Sambut 14 Mahasiswa Internasional Penerima Satya Wacana International Scholarship

UKSW Sambut 14 Mahasiswa Internasional Penerima Satya Wacana International Scholarship

Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy saat menyambut 14 Mahasiswa
Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy saat menyambut 14 Mahasiswa

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kota Salatiga kembali menjadi rumah bagi ragam budaya dunia. Sebanyak 14 mahasiswa dari enam negara, India, Myanmar, Gambia, Korea Selatan, Madagaskar, dan Timor Leste resmi disambut Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam acara Satya Wacana International Scholarship (SWIS) 2025 Awardee Welcome Reception.
Kehadiran mereka menandai babak baru perjalanan internasionalisasi kampus yang terus menguat dari tahun ke tahun.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian, Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy, menekankan bahwa pilihan untuk menempuh studi di UKSW bukanlah keputusan yang ringan. “Meninggalkan keluarga dan tanah air untuk menimba ilmu di negeri jauh adalah keberanian besar. Karena itu, kami sangat menghargai keputusan kalian memilih UKSW. Kampus ini adalah ruang perjumpaan lintas budaya dan agama. Di sini, keberagaman adalah kekuatan,” ujarnya.

Lebih jauh, Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy menegaskan bahwa SWIS bukan hanya sekadar beasiswa, melainkan investasi jangka panjang yang akan membuka jalan menuju masa depan. “Melalui program ini, pintu karier akademik maupun profesional akan semakin terbuka lebar. Kami juga mengundang kalian semua untuk memberi masukan agar program ini semakin baik. Jangan hanya membangun persahabatan dengan rekan sebangsa, tetapi juga dengan mahasiswa dari negara lain, sebab itulah kekuatan sejati pendidikan global,” tambahnya.

Acara penyambutan ini turut dihadiri pimpinan fakultas dan program studi, di antaranya Drs. Agastya Rama Listya, MSM., Ph.D., Dr. Rachel Mediana Untung, M.A., Neny Isharyanti, Ph.D., Yesaya Sandang, S.H., M.Hum., Ph.D., Dr. Aldi Herindra Lasso, S.Pd., M.M.Par., Ph.D., Yessica Nataliani, S.Si., M.Kom., Ph.D., serta Dr. Ronny Prabowo, S.E., M.Com., Akt., Ph.D. Kehadiran mereka memperlihatkan dukungan akademis lintas fakultas dalam mendampingi mahasiswa internasional menapaki jenjang pendidikan di UKSW.

Sementara itu, Mobushirah dari India, mahasiswa Prodi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), turut berbagi rasa syukurnya. “Saya merasa sangat senang bisa kuliah di UKSW. Indonesia memiliki budaya yang kaya, masyarakat yang ramah, dan makanan yang unik. Lingkungan akademik UKSW sangat mendukung perkembangan saya, itulah alasan saya memilih kampus ini,” katanya penuh antusiasme.

Program SWIS sendiri memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Jika tahun lalu hanya menghadirkan 4 mahasiswa, kini jumlah penerima melonjak signifikan. Ini menunjukkan bahwa UKSW kian dipercaya sebagai ruang belajar global yang bukan saja mengedepankan keunggulan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keberagaman.

BACA JUGA :

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Pemkab Semarang memanfaatkan ganti kerugian aset daerah terdampak Tol Jogja-Bawen senilai sekitar Rp112 miliar untuk membangun fasilitas publik di Bawen. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan pembangunan dilakukan dalam bentuk tanah dan bangunan pengganti, meliputi kantor kelurahan, RTH, balai RW, serta gedung TK dan SD yang terdampak proyek tol.
Rp40 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]