URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Voice of Satya Wacana Christian University (Voice of SWCU) kembali mengharumkan nama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan meraih penghargaan di Tokyo International Choir Competition (TICC) 2024 yang digelar pada 26-28 Juli 2024 di Harumi Tokyo. Mereka memenangkan dua piala Gold Prize di kategori Mixed Choirs dan Folklore Music. Di kategori Mixed Choirs, mereka menampilkan lagu "Shio No Ne," "Gloria Patri," dan "Lux Aeterna," sementara di kategori Folklore Music mereka membawakan lagu daerah "Oh Ading Koh" dari Kalimantan Timur dan "Tari Kembang Soka" dari Ponorogo, Jawa Timur.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Voice of SWCU UKSW Bawa Pulang Piala Gold Prize pada Kompetisi Internasional di Tokyo

Voice of SWCU UKSW Bawa Pulang Piala Gold Prize pada Kompetisi Internasional di Tokyo

Voice of SWCU UKSW Bawa Pulang Piala Gold Prize pada Kompetisi Internasional di Tokyo

Mahasiswa UKSW kembali berprestasi di ajang Voice of SWCU pada kompetisi TICC 2024 di Harumi Jepang yang berhasil mendapat Gold Prize di kategori Mixed Choir dan di kategori Folklore Music
Mahasiswa UKSW kembali berprestasi di ajang Voice of SWCU pada kompetisi TICC 2024 di Harumi Jepang yang berhasil mendapat Gold Prize di kategori Mixed Choir dan di kategori Folklore Music
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Senandung merdu dengan harmoni yang memikat, membawa Voice of Satya Wacana Christian University (Voice of SWCU) kembali mengharumkan nama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di tingkat dunia.

Paduan suara kampus Indonesia Mini yang termanis ini terus melebarkan sayapnya dengan torehan prestasi di panggung internasional. Kali ini, Voice of SWCU mendapatkan penghargaan membanggakan dalam kompetisi Tokyo International Choir Competition (TICC) 2024 Jumat hingga Minggu (26-28/07/2024) di Harumi Tokyo.

Voice of SWCU berhasil membawa pulang dua piala Gold Prize pada kategori Mixed Choirs dipimpin oleh conductor Eriyani Tenga Lunga dan kategori Folklore Music dipimpin oleh conductor Juanita Theresia Adimurti, S.Sn., M.Pd.

Dalam ajang bergengsi tersebut mereka mempersembahkan penampilan memukaunya dengan memadukan elemen tradisional dan modern. Setiap nada terdengar sempurna, membalut lirik yang menggugah dalam harmoni indah saat Voice of SWCU membawakan lagu Shio No Ne, Gloria Patri, dan Lux Aeterna pada kategori Mixed Choirs.

Selain itu, pada TICC 2024 ini Voice of SWCU juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui lagu daerah yakni Oh Ading Koh dari Kalimantan Timur dan Tari Kembang Soka yang merupakan tarian daerah dari Ponorogo, Jawa Timur. Kedua lagu tersebut dinyanyikan pada kategori Folklore Music.

Capaian prestasi ini menandaskan komitmen UKSW untuk berkontribusi dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ke 4 Pendidikan Berkualitas.

Saat diwawancarai secara daring, Kamis (01/08/2024) manajer Voice of SWCU Juanita Theresia Adimurti mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi tingkat internasional ini. “Kami senang sekali bisa meraih prestasi ini. Tentunya Voice of SWCU tetap harus banyak belajar khususnya dalam mempelajari atmosfer kompetisi,” ungkapnya.

Prestasi internasional yang diraih oleh Voice of SWCU bukanlah hal yang datang dengan mudah. Saat disinggung mengenai persiapan yang dilakukan, Juanita Theresia mengungkapan Voice of SWCU telah mempersiapkan dokumen administrasi dan latihan sejak bulan Februari lalu. “Sebelum bertanding, Voice of SWCU juga terus mengasah kemampuannya melalui kompetisi-kompetisi pada tingkat nasional dan regional Jawa Tengah,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikannya, TICC 2024 ini memberikan pengalaman baru bagi Voice of SWCU baik dari aspek teknis maupun non teknis. “Adapun pembelajaran yang kami dapat adalah tim ini harus siap mental, jiwa, raga, dan materi lomba,” bebernya.

Selain itu, Juanita Theresia juga menerangkan setelah kompetisi TICC 2024 ini, Voice of SWCU akan mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) mahasiswa nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Selasa (29/10/2024) hingga Sabtu (02/11/2024) mendatang.
.

BACA JUGA :

Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon