URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wilayah Ini Lockdown Mikro, Banyak Warga Yang Terpapar Covid-19

Wilayah Ini Lockdown Mikro, Banyak Warga Yang Terpapar Covid-19

Wilayah Ini Lockdown Mikro, Banyak Warga Yang Terpapar Covid-19

featured-img

Wilayah RT 7 RW 1, Kelurahan Lamper Kidul, Kota Semarang ditutup sementara karena lockdown mikro.

RASIKAFM – Banyak warga yang terpapar Covid-19 di RT 7 RW 1, Kelurahan Lamper Kidul, Kota Semarang membuat wilayah tersebut melakukan lockdown mikro.

Ketua Satgas Covid-19 Kelurahan Lamper Kidul, Bripka Muslih mengatakan hal tersebut dilakukan setelah ada laporan dari ketua RT setempat banyak warga yang terpapar Covid-19. Bahkan, ada pula yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19 dan ada klaster keluarga.

“Yang di RT 7 awalnya ada empat orang yang terpapar. Kemudian berkembang menjadi 10 orang. Kebetulan juga satu rumah ada yang terpapar tiga KK,” bebernya, Kamis (1/7/2021).

Dia menjelaskan, memang imbauan dari Walikota, apabila ada satu RT memiliki kasus lebih dari 10 atau tujuh rumah terdapat kasus Covid-19 disarankan untuk lockdown sementara.

Di RT 7 Kelurahan Lamper Kidul, ada 10 orang yang terpapar Covid-19 sehingga dilakukan lockdown sementara. Sedangkan, angka Covid-19 di RT lainnya rata-rata ada dua hingga tiga kasus.

Adapun kebutuhan sehari-hari warga yang melakukan isolasi ditanggung bersama melalui program Jogo Tonggo.

Pihaknya belum dapat memastikan hingga kapan lockdown akan diberlakukan. Jika sudah banyak pasien yang sembuh, warga tentu akan kembali membuka akses.

Pantauan di lapangan gerbang masuk gang ditutup oleh warga setempat. Hal itu untuk meminimalisir mobilitas warga dari luar wilayah.

Satgas Covid-19 Kelurahan Lamper Kidul pun melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Satgas Covid-19 juga keliling memantau warga yang melakukan isolasi mandiri.

“Penyemprotan minimal satu pekan sekali oleh petugas. Kalau warga hampir tiap hari. kami imbau kalau tidak punya alat bisa pinjam di kelurahan,” terangnya.

Lurah Lamper Kidul, Marzuki menyebut, pada Mei lalu Kelurahan Lamper Kidul masih masuk dalam zona hijau. Namun, penularan Covid-19 akhir-akhir ini memang begitu drastis.

Pihaknya pun sudah membekali berbagai peralatan kesehatan di masing-masing wilayah. Kelurahan telah menganggarkan Rp 150 juta untun pembelian alat kesehatan diantaranya alat semprot disinfektan, tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, dan masker. (alv)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan