URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengambil formulir pendaftaran sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Semarang untuk Pilkada 2024 di kantor DPC PDIP Kabupaten Semarang pada Kamis sore, 16 Mei 2024, disaksikan oleh 19 Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

19 PAC Kompak Dukung Ngesti Nugraha Maju Lagi Jadi Bupati Semarang Lewat PDIP

19 PAC Kompak Dukung Ngesti Nugraha Maju Lagi Jadi Bupati Semarang Lewat PDIP

19 PAC Kompak Dukung Ngesti Nugraha Maju Lagi Jadi Bupati Semarang Lewat PDIP

Bupati petahana Ngesti Nugraha mengambil formulir pendaftaran Bacabup Semarang di Kantor DPC PDIP Kabupaten Semarang, Kamis (16/5/2024) sore. Foto: win
Bupati petahana Ngesti Nugraha mengambil formulir pendaftaran Bacabup Semarang di Kantor DPC PDIP Kabupaten Semarang, Kamis (16/5/2024) sore. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon Bupati (Bacabup) Semarang pada Pilkada 2024 di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Semarang, Kamis (16/5/2024) sore.

Dalam pengambilan formulir pendaftaran itu, ia disaksikan 19 Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Kabupaten Semarang. Sebab, menurutnya langkah yang diambil untuk maju kembali dalam kontestasi ini berdasar atas masukan dari seluruh PAC.

“Rekan-rekan PAC se-Kabupaten Semarang sepakat untuk mengusulkan saya, lalu diambilkan formulir untuk ikut mencalonkan kembali sebagai Bacabup Semarang dan akan kami serahkan secepatnya,” kata Ngesti.

Ihwal nama-nama lain yang muncul ke permukaan, ia yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang ini menerangkan masih akan melihat dinamika perkembangan politik di Kabupaten Semarang.

“Tentunya kami juga akan konsultasi kepada DPD dan DPP PDIP,” terangnya.

Rizka Dwi Prasetyo Ketua PAC PDIP Getasan mengungkapkan alasan mengusulkan kembali bupati petahana karena dinilai layak dan mampu memimpin Bumi Serasi.

“Kami juga serap dari arus bawah termasuk masyarakat bahwa sosok Ngesti Nugraha pantas maju kembali,” paparnya.

Ia juga menegaskan, bahwa tidak ada pengkondisian terkait pengusungan ke 19 PAC PDIP di Kabupaten Semarang kepada Ngesti Nugraha.

“Tidak ada (pengkondisian). Kami bisa menilai secara objektif, ini mewakili masyarakat untuk mendukung beliau,” tegasnya.

Sementara Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup DPC PDIP Kabupaten Semarang Pujo Pramujito menguraikan penjaringan dan penyaringan ini akan dilakukan selama lima hari ke depan, terhitung dari 16-20 Mei 2024.

“Akan tetapi jika ada situasi dan kondisi tertentu, maka bisa kami perpanjang lagi tiga hari,” urainya.

Pihaknya membuka pintu seluas-seluasnya bagi masyarakat Kabupaten Semarang yang akan ikut berkontestasi pada Pilkada 2024. Waktu pendaftaran akan dibuka mulai pukul 08.00-22.00 WIB.

“Khusus hari terakhir, kami tutup pada pukul 16.00 WIB,” sambungnya.

Jito (sapaan akrabnya) menambahkan pada hari pertama ini baru nama Ngesti Nugraha yang mendaftar sebagai Bacabup Semarang. “Yang lain mungkin besok, pendaftaran dan pengembalian formulir masih ada lima hari ke depan,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon