URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
alam sebuah upacara serah terima jabatan (Sertijab) di Pendopo Polres Salatiga pada Rabu, 15 November 2023, Kapolsek Argomulyo, AKP Sarwoko, mengakhiri masa tugasnya selama 2 Tahun 1 Bulan dan pindah ke Polres Boyolali dengan jabatan Kasubbag Binops Bag Ops. Penggantinya, IPTU Nurwakhidin, sebelumnya menjabat sebagai Paur 1 Subbid Bid TIK Polda Jateng. Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari, memimpin upacara tersebut, sementara dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa mutasi merupakan hal biasa dalam institusi Polri, di mana setiap anggota harus siap ditugaskan sesuai kebutuhan organisasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

2 Tahun Bertugas, Kapolsek yang Aktif di Medsos Asal Salatiga ini Geser ke Boyolali. Siapa Dia?

2 Tahun Bertugas, Kapolsek yang Aktif di Medsos Asal Salatiga ini Geser ke Boyolali. Siapa Dia?

2 Tahun Bertugas, Kapolsek yang Aktif di Medsos Asal Salatiga ini Geser ke Boyolali. Siapa Dia?

Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari saat memimpin sertijab kapolsek Argomulyo AKP Sarwoko
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Setelah menjabat selama 2 Tahun 1 Bulan sebagai Kapolsek Argomulyo, AKP Sarwoko, akhirnya pindah tugas ke Polres Boyolali dengan Jabatan Kasubbag Binops Bag Ops, adapun penggantinya adalah IPTU Nurwakhidin, yang sebelumnya sebagai Paur 1 Subbid Bid TIK Polda Jateng. Upacara serah terima jabatan (Sertijab) dipimpin oleh Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari, di Pendopo Polres Salatiga, Rabu 15/11/2023.

Dalam amanatnya Kapolres Salatiga menyampaikan bahwa mutasi adalah hal yang wajar dan sudah biasa pada institusi Polri, sebagai anggota Polri kita harus siap ditugaskan dimana saja sesuai dengan kebutuhan organisasi, hal tersebut sebagai upaya mendinamisasikan organisasi dan merupakan penyegaran yang harus dilakukan secara kontinyu agar kinerja Polri tetap terjaga dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, disamping itu untuk mengantisipasi perubahan yang begitu cepat terjadi di masyarakat, Polri akan mendukung keinginan masyarakat sejauh masih dalam bingkai demokrasi dan konstitusi.

“Atas nama pribadi dan institusi mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada pejabat lama AKP Sarwoko yang telah bekerja dan mengabdikan diri di Polres Salatiga selama 2 tahun 1 Bulan dan sangat aktif di media sosial, tali silaturahim dan kerjasama semoga tetap terjalin, jangan lupakan Polres Salatiga”, ucap Aryuni.

Kepada pejabat baru karena sebelumnya sudah pernah bertugas di Polres Salatiga tentunya sudah paham bahwa Salatiga merupakan kota yang sangat unik, sangat heterogen dan sangat menjunjung tinggi toleransi, untuk itu dengan pengetahuan dan pengalamannya saat berdinas di Polres Salatiga maupun bekal pengalaman selama bertugas mampu melahirkan inovasi guna mempertahankan Salatiga sebagai Kota Tertoleran Se Indonesia serta menyelesaikan permasalahan yang semakin kompleks dan terus berkembang di tengah masyarakat khususnya di wilayah hukum Polsek Argomulyo, pesan AKBP Aryuni Novitasari.

Dalam kesempatan tersebut pejabat baru yang didampingi pejabat lama juga mengucapkan sumpah janji yang dipandu oleh Kapolres Salatiga, dilanjutkan penandatangan serah terima jabatan, kegiatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada kepada pejabat lama dan baru oleh Kapolres Salatiga yang diikuti oleh seluruh yang hadir.

Sementara itu usai acara sertijab, mantan Kapolsek Argomulyo ini mengatakan sangat berkesan selama berdinas di Polsek Argomulyo, “saat kami menjabat sebagai Kapolsek Argomulyo, untuk Sinergitas Lintas Sektoral Kecamatan Argomulyo dalam kegiatan terjalin dengan baik, terima kasih kepada Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan warga masyarakat di Wilayah Kecamatan Argomulyo yang telah membantu Polsek Argomulyo dalam upaya Ciptakan Kamtibmas yang aman dan kondusif” ujar Sarwoko.

Dirinya berharap semoga dengan pergantian Kapolsek Argomulyo sinergitas Lintas Sektoral Kecamatan Argomulyo dan kerjasama dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan warga masyarakat di wilayah Kecamatan Argomulyo dalam upaya ciptakan Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Argomulyo tetap terjalin dengan baik.

BACA JUGA :

Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Satreskrim Polres Salatiga menangkap GR (50), buruh harian lepas asal Kabupaten Semarang, yang diduga berulang kali melakukan pencurian kendaraan bermotor. Pelaku diamankan di Banyudono, Boyolali, pada Jumat (18/7/2026) setelah penyelidikan atas laporan kehilangan Honda Supra 125 milik warga Kumpulrejo, Argomulyo, Salatiga. Polisi menyita sepeda motor korban beserta sejumlah barang bukti dan kini masih mengembangkan kasus untuk mengungkap dugaan aksi pencurian lain di wilayah Salatiga.
Buruh Harian Ditangkap usai Curi Motor di Salatiga, Polisi Dalami Dugaan Aksi Berulang
Satreskrim Polres Salatiga menangkap buronan yang diduga menjadi otak sindikat pembobolan rekening bank swasta di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Sindikat tersebut diduga menguras saldo nasabah hingga Rp750.747.508 dengan membeli data rekening secara daring, membuat KTP palsu, lalu mengganti kartu ATM korban di kantor cabang bank menggunakan identitas palsu.
Tersangka Pembobolan Rekening Bank Rp750 Juta Ditangkap, Pelaku akui Jualan dari Medsos
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga