[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Day: Maret 27, 2021

Pemda Diminta Hati-hati Rencanakan Keuangan di Masa Pandemi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/03/27-17-1.mp3 RASIKAFM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah daerah berhati-hati dan melakukan...
Ratusan Napi Lapas Nusakambangan Positif Covid-19
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, A.Yuspahruddin (kanan, berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada Jumat (26/3), soal narapidana di Lapas Nusakambangan positif...
Jelang PTM, Ratusan Guru di Kabupaten Semarang Divaksinasi
Bupati Semarang Ngesti Nugraha meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi para guru di Puskesmas Leyangan Ungaran Timur, Kamis (25/3/2021). (Foto/IST) https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/03/27-16-1.mp3 UNGARAN...

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting