[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Day: Februari 5, 2023

Pemotor-Meninggal-Dunia-Usai-Terlibat-Kecelakaan-di-Exi-Tol-Krapyak-Semarang
Pemotor Meninggal Dunia Usai Terlibat Kecelakaan di Exi Tol Krapyak Semarang
Insiden kecelakaan maut terjadi di Jalan Siliwangi depan Masjid Nurul Islam Semarang pada Minggu 5/2/2023, seorang pemotor meninggal dunia. Korban terjatuh setelah melaju sejajar dengan mobil lalu tertabrak...
7c092f2b-2461-4952-a71e-3729d1977f4c
Permainan Lini Tengah Jadi Kunci Kemenangan PSIS di Kediri
PSIS Semarang mencetak kemenangan 2-1 melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya Kediri. Septian David Maulana dan Taisei Marukawa membantu tim mencetak dua gol. Caretaker PSIS M Ridwan mengatakan bahwa...

POPULER

Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang menetapkan tiga koordinator kelompok masyarakat (Pokmas) Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019–2020. Ketiganya diduga menyelewengkan dana swakelola hingga merugikan keuangan negara sekitar Rp600 juta dan ditahan sejak 30 Juni 2026 untuk kepentingan penyidikan.
Korupsi Dana Swakelola Bergas Lor Terbongkar, Tiga Koordinator Pokmas Dijebloskan ke Tahanan
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar