RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pemotor Meninggal Dunia Usai Terlibat Kecelakaan di Exi Tol Krapyak Semarang

Pemotor Meninggal Dunia Usai Terlibat Kecelakaan di Exi Tol Krapyak Semarang

Pemotor Meninggal Dunia Usai Terlibat Kecelakaan di Exi Tol Krapyak Semarang

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Siliwangi tepatnya depan Masjid Nurul Islam atau Exit Tol Krapyak Kota Semarang pada Minggu (5/2/2023) sekira pukul 10.00 WIB.

Akibat insiden ini, seorang pemotor meninggal dunia di lokasi akibat mengalami luka parah di kepala lantaran membentur beton jalan. Saksi mata, Heri (49) menjelaskan, korban yang mengendarai honda beat itu terjatuh setelah melaju sejajar dengan mobil dari arah yang sama.

“Waktu keadaan lampu traffic light hijau itu kendaraan Honda beat iring-iringan sama mobil, posis motor ditengah kemungkinan kesengol terus (korban) jatuh,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Sebelum terlibat kecelakaan, korban dan kendaraan mobil yang sama-sama dari arah timur ini sempat berhenti di traffic ligth karena menunggu lampu hijau. Kemudian saat terjatuh korban lalu tertabrak truk yang berada di belakangnya.

Merasakan hal itu, kemudian truk tersebut berhenti dan mengecek untuk memastikan apakah memang menabrak.

“(Mobil yang menyengol kendaraan motor) kurang tahu (mereknya), kejadianya cepat, soalnya (kendaraan yang melintas) beriringan banyak posisinya (korban) ditengah, tahunya korban sudah terjatuh,” bebernya.

Saat dicek, korban dalam kondisi kepala mengelurkan banyak darah. Kemudian sejumlah warga menginformasikan kejadian ini ke pihak kepolisan dan tim medis untuk ditindaklanjuti.

“Terus aparat datang, mungkin nunggu selesai identifikasi, terus (korban) dibawa ambulance,” terangnya.

Informasi yang diperoleh, korban bernama Joni (50) warga Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Pada saat berkendara korban sedang membawa anakan ayam berwarna putih yang dimasukkan kedalam kardus mi instan. Sejumlah anakan ayam itu pun lepas, lari ke jalan setelah korban terjatuh yang tertindih motornya.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran