URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di perairan Semarang terjadi pada Sabtu (27/6/2026) pukul 07.00–09.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,9 meter. Kenaikan muka air laut tersebut berpotensi meningkatkan risiko genangan rob di sejumlah kawasan pesisir Semarang, Demak, dan wilayah pantai utara Jawa Tengah, meski kondisi cuaca maritim secara umum masih relatif kondusif.

Mbak Google

INFO BMKG

27 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–09.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter

27 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–09.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter

27 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–09.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter

featured-img

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang merilis prakiraan pasang surut dan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Semarang–Demak yang berlaku mulai Sabtu, 27 Juni 2026 hingga Senin, 29 Juni 2026. Secara umum, kondisi perairan diprakirakan masih aman untuk aktivitas maritim, namun masyarakat pesisir tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap periode pasang maksimum yang berpotensi memicu genangan di wilayah pantai rendah.

Cuaca di perairan Semarang–Demak diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal sejak pagi hingga sore, kemudian berubah menjadi cerah berawan pada malam hari. Suhu udara berkisar 27–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 67–85 persen.

Angin bertiup dengan kecepatan 8–13 knot disertai hembusan maksimum (gust) mencapai 17–22 knot. Arus laut bergerak dominan ke arah barat daya (SW) dengan kecepatan 0,65–1,17 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,5–1,25 meter sehingga masih tergolong rendah untuk wilayah Perairan Semarang–Demak.

Data pasang surut menunjukkan muka air laut meningkat secara bertahap dari 0,3 meter pada pukul 01.00 WIB menjadi 0,6 meter pada pukul 04.00 WIB, kemudian terus naik hingga mencapai 0,9 meter pada pukul 07.00–09.00 WIB, yang menjadi periode pasang tertinggi hari ini.

Setelah puncak pasang berlalu, tinggi muka air laut mulai menurun menjadi 0,8 meter pada pukul 10.00–11.00 WIB dan kembali turun ke kisaran 0,7 meter pada pukul 12.00–16.00 WIB. Menjelang malam, muka air laut terus mengalami penurunan hingga mencapai 0,3 meter pada pukul 22.00–24.00 WIB, yang menjadi periode surut terendah.

Garis Mean Sea Level (MSL) berada pada kisaran 0,6 meter. Selama rentang 06.00–16.00 WIB, muka air laut berada di atas MSL sehingga berpotensi meningkatkan peluang terjadinya rob di kawasan pesisir rendah apabila dipengaruhi faktor meteorologi lain, seperti angin laut maupun kondisi drainase pesisir.

BMKG memprakirakan suhu permukaan laut berada pada kisaran 29–30 derajat Celsius. Pada Minggu (28/6/2026), arus laut dominan bergerak ke arah barat daya (SW) dengan kecepatan 0,80–1,16 knot, sedangkan pada Senin (29/6/2026) berubah ke arah selatan (S) dengan kecepatan 0,72–0,98 knot.

Cuaca pada 28 Juni diprakirakan berawan tebal, sedangkan pada 29 Juni didominasi udara kabur. Tinggi gelombang tetap berada pada kisaran 0,5–1,25 meter, sementara angin bertiup 5–12 knot dengan hembusan maksimum mencapai 22 knot.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas pelayaran, perikanan, dan operasional pelabuhan masih dapat berlangsung, namun masyarakat pesisir, nelayan, operator kapal, serta pengelola tambak di wilayah Semarang, Demak, dan pesisir utara Jawa Tengah diimbau terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim BMKG, terutama pada pukul 07.00–09.00 WIB saat pasang laut mencapai titik tertinggi dan berpotensi meningkatkan genangan rob di kawasan pesisir.

Sumber:

📰 Dikutip dari: BMKG Maritim Semarang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

BACA JUGA :

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 29 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada pagi dan siang hari. Kondisi berawan diperkirakan muncul sore hingga awal malam, sementara masyarakat diminta mewaspadai kemudahan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
29 Agustus 2026: Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Cerah, Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Kamis, 27 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Sore hingga awal malam, wilayah pegunungan tengah berpotensi hujan ringan, sementara kondisi musim kemarau meningkatkan kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
27 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 26 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada pagi dan siang hari. Memasuki sore hingga awal malam, sebagian wilayah berawan dengan potensi hujan ringan di pegunungan dan dataran tinggi, sementara masyarakat diminta mewaspadai kemudahan kebakaran hutan dan lahan.
26 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah, Jawa Tengah Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 25 Agustus 2026, didominasi cerah hingga berawan. Observasi pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang 24,2°C, kelembapan 85%, dan angin timur 4 km/jam. Kondisi berpotensi berubah menjadi berawan pada sore hingga awal malam.
25 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Waspada Karhutla

TERKINI

Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Dua kecelakaan tunggal terjadi di Kota Salatiga, Sabtu (29/8/2026) malam, mengakibatkan lima orang mengalami luka. Honda Jazz menabrak pohon di Jalan Argorumakso, sementara Toyota Agya terguling di JLS,...
Ratusan kader Partai Demokrat Kota Salatiga menggelar aksi bersih-bersih di Taman Tingkir, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Kamis (28/8/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut mengumpulkan sedikitnya 10 kantong sampah dan dilanjutkan pembagian nasi box kepada masyarakat serta dukungan bagi UMKM sekitar.
Gerakan Langit Biru Indonesia, Ratusan Kader Demokrat Salatiga Bersihkan Taman Tingkir
Ratusan kader Partai Demokrat Kota Salatiga menggelar aksi bersih-bersih di Taman Tingkir, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Kamis (28/8/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan...
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026)...
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Rencana pengembangan energi panas bumi di Gunung Ungaran dan Telomoyo, Jawa Tengah, dinilai perlu menyeimbangkan kebutuhan energi bersih dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat. Dosen...
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 29 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada pagi dan siang hari. Kondisi berawan diperkirakan muncul sore hingga awal malam, sementara masyarakat diminta mewaspadai kemudahan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
29 Agustus 2026: Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Cerah, Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 29 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada pagi dan siang hari. Kondisi...
Muat Lebih

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved