BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang merilis prakiraan pasang surut dan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Semarang–Demak yang berlaku mulai Sabtu, 27 Juni 2026 hingga Senin, 29 Juni 2026. Secara umum, kondisi perairan diprakirakan masih aman untuk aktivitas maritim, namun masyarakat pesisir tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap periode pasang maksimum yang berpotensi memicu genangan di wilayah pantai rendah.
Cuaca di perairan Semarang–Demak diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal sejak pagi hingga sore, kemudian berubah menjadi cerah berawan pada malam hari. Suhu udara berkisar 27–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 67–85 persen.
Angin bertiup dengan kecepatan 8–13 knot disertai hembusan maksimum (gust) mencapai 17–22 knot. Arus laut bergerak dominan ke arah barat daya (SW) dengan kecepatan 0,65–1,17 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,5–1,25 meter sehingga masih tergolong rendah untuk wilayah Perairan Semarang–Demak.
Data pasang surut menunjukkan muka air laut meningkat secara bertahap dari 0,3 meter pada pukul 01.00 WIB menjadi 0,6 meter pada pukul 04.00 WIB, kemudian terus naik hingga mencapai 0,9 meter pada pukul 07.00–09.00 WIB, yang menjadi periode pasang tertinggi hari ini.
Setelah puncak pasang berlalu, tinggi muka air laut mulai menurun menjadi 0,8 meter pada pukul 10.00–11.00 WIB dan kembali turun ke kisaran 0,7 meter pada pukul 12.00–16.00 WIB. Menjelang malam, muka air laut terus mengalami penurunan hingga mencapai 0,3 meter pada pukul 22.00–24.00 WIB, yang menjadi periode surut terendah.
Garis Mean Sea Level (MSL) berada pada kisaran 0,6 meter. Selama rentang 06.00–16.00 WIB, muka air laut berada di atas MSL sehingga berpotensi meningkatkan peluang terjadinya rob di kawasan pesisir rendah apabila dipengaruhi faktor meteorologi lain, seperti angin laut maupun kondisi drainase pesisir.
BMKG memprakirakan suhu permukaan laut berada pada kisaran 29–30 derajat Celsius. Pada Minggu (28/6/2026), arus laut dominan bergerak ke arah barat daya (SW) dengan kecepatan 0,80–1,16 knot, sedangkan pada Senin (29/6/2026) berubah ke arah selatan (S) dengan kecepatan 0,72–0,98 knot.
Cuaca pada 28 Juni diprakirakan berawan tebal, sedangkan pada 29 Juni didominasi udara kabur. Tinggi gelombang tetap berada pada kisaran 0,5–1,25 meter, sementara angin bertiup 5–12 knot dengan hembusan maksimum mencapai 22 knot.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas pelayaran, perikanan, dan operasional pelabuhan masih dapat berlangsung, namun masyarakat pesisir, nelayan, operator kapal, serta pengelola tambak di wilayah Semarang, Demak, dan pesisir utara Jawa Tengah diimbau terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim BMKG, terutama pada pukul 07.00–09.00 WIB saat pasang laut mencapai titik tertinggi dan berpotensi meningkatkan genangan rob di kawasan pesisir.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Sabtu, 27 Juni 2026 pic.twitter.com/hl46loFApL
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 26, 2026



