BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi maritim di perairan Semarang–Demak dan pesisir utara Jawa Tengah relatif kondusif pada 24–26 Juni 2026. Meski demikian, masyarakat pesisir tetap diminta mewaspadai periode pasang maksimum yang terjadi pada siang hingga sore hari.
Berdasarkan prakiraan pasang surut harian Semarang, tinggi muka air laut pada Rabu (24/6/2026) menunjukkan tren meningkat sejak dini hari. Ketinggian air laut tercatat sekitar 0,3 meter pada pukul 01.00 WIB, kemudian naik secara bertahap menjadi 0,6 meter pada pukul 04.00 WIB dan mencapai 0,7 meter pada pagi hingga menjelang siang.
Puncak pasang diprakirakan berlangsung pada pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,8 meter. Setelah periode tersebut, muka air laut mulai mengalami penurunan menjadi sekitar 0,7 meter pada pukul 18.00 WIB dan terus surut hingga mencapai titik terendah sekitar 0,2 meter pada pukul 23.00–24.00 WIB.
Garis Mean Sea Level (MSL) berada pada ketinggian sekitar 0,6 meter. Selama periode siang hingga sore, tinggi muka air laut berada di atas MSL sehingga berpotensi meningkatkan genangan di wilayah pesisir yang memiliki elevasi rendah atau sistem drainase yang kurang optimal.
Dari sisi cuaca maritim, perairan Semarang–Demak umumnya didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Suhu udara berkisar antara 26–31 derajat Celsius dengan kelembapan udara 67–87 persen. Kecepatan angin berkisar 6–10 knot dengan hembusan maksimum mencapai 19–21 knot.
Kondisi gelombang laut di perairan Semarang dan Laut Jawa bagian pesisir Jawa Tengah umumnya berada pada kategori rendah hingga sedang, yakni 0,5–1,25 meter. Namun pada periode dini hari Kamis (25/6/2026), tinggi gelombang berpotensi meningkat hingga 1,25–2,5 meter di beberapa area perairan terbuka.
Sementara itu, arus laut bergerak dengan kecepatan sekitar 0,65–1,23 knot. Pada 25–26 Juni 2026, arah arus dominan menuju barat daya (SW) dengan kecepatan berkisar 0,67–1,18 knot.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, pengguna jasa pelabuhan, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir Semarang, Demak, dan wilayah pantai utara Jawa Tengah. Aktivitas bongkar muat, tambat kapal, maupun kegiatan di area pesisir disarankan memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim dan pasang surut laut yang diterbitkan BMKG untuk mengantisipasi potensi genangan rob saat periode pasang maksimum berlangsung.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Rabu, 24 Juni 2026 pic.twitter.com/tkBoP1gJQC
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 23, 2026



