KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Perluasan Taman Bunga Celosia Bandungan Terkendala Izin, Dewan Minta Wahana Hentikan Operasional

Perluasan Taman Bunga Celosia Bandungan Terkendala Izin, Dewan Minta Wahana Hentikan Operasional

Perluasan Taman Bunga Celosia Bandungan Terkendala Izin, Dewan Minta Wahana Hentikan Operasional

Komisi C DPRD Kabupaten Semarang bersama DPMPTSP melakukan kunjungan lapangan ke Taman Bunga Celosia Bandungan menyusul adanya laporan terkait perizinan yang belum tuntas, Jumat (24/4/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | Komisi C DPRD Kabupaten Semarang menyoroti persoalan perizinan perluasan kawasan wisata Taman Bunga Celosia di Bandungan yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas. Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan pada Jumat (24/4/2026), dewan menemukan adanya pengembangan area wisata yang belum mengantongi izin resmi.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Wisnu Wahyudi, mengatakan awalnya pengajuan izin kawasan wisata tersebut hanya mencakup sekitar 1,8 hektare. Namun, berdasarkan temuan di lapangan, luas area yang telah berkembang mencapai sekitar 9 hektare.
Menurutnya, sejumlah wahana yang telah beroperasi di kawasan tersebut masih belum berizin. Meski demikian, pihaknya tetap mengapresiasi kontribusi Taman Bunga Celosia terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Bukan berarti kami tidak sepakat dengan keberadaan Celosia. Justru kami berterima kasih karena memberikan kontribusi terhadap PAD. Namun, aturan tetap harus ditegakkan,” ujarnya.

Komisi C merekomendasikan agar seluruh wahana yang belum mengantongi izin untuk sementara waktu tidak dioperasikan hingga proses perizinan diselesaikan. Selain itu, pengelola juga diminta memperbaiki standar baku mutu air, khususnya pada instalasi pengolahan air limbah.

“Kami tentu mendukung investasi di Kabupaten Semarang. Akan tetapi secara normatif, seluruh persyaratan administrasi maupun sara pendukung lainnya harus dilengkapi,” katanya.

Sebelumnya, pengelola Taman Bunga Celosia juga telah dikenai sanksi administratif sebesar kurang lebih Rp365 juta akibat pelanggaran perizinan. Denda tersebut mencakup berbagai komponen, termasuk keterlambatan pengurusan izin serta aspek lingkungan seperti pengelolaan limbah.

Menanggapi hal tersebut, Manajer Operasional Taman Bunga Celosia, Andi Afriansyah, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk rekomendasi dari DPRD.

“Kami akan mengikuti apa yang menjadi kewajiban kami. Untuk wahana yang belum berizin, sementara akan kami hentikan operasionalnya sambil menunggu proses perizinan selesai,” bebernya.

Ia menambahkan, saat ini pihak pengelola tengah mengejar penyelesaian sejumlah perizinan yang masih dalam proses. Kendala yang dihadapi di antaranya terkait administrasi dan tahapan teknis yang harus dilengkapi.

“Kami telah menyelesaikan sanksi administratif yang sebelumnya dikenakan dan mendapatkan surat keputusan dari pemerintah daerah untuk melanjutkan proses perizinan,” lanjutnya.

Terkait berapa jumlah wahana yang proses perizinannya masih terkendala, ia tidak menjelaskan secara pasti.

“Yang mengetahui konsultan kami, nanti akan kami koordinasikan terlebih dahulu,” tutupnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]