KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dua Pelajar Jadi Pengedar Tembakau Gorila, Ditangkap Polisi di Sumowono

Dua Pelajar Jadi Pengedar Tembakau Gorila, Ditangkap Polisi di Sumowono

Dua Pelajar Jadi Pengedar Tembakau Gorila, Ditangkap Polisi di Sumowono

Barang bukti berupa tiga paket tembakau gorila siap edar diamankan Satresnarkoba Polres Semarang dari tangan dua pelajar saat ditangkap di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Satresnarkoba Polres Semarang mengungkap keterlibatan dua pelajar dalam peredaran narkoba jenis tembakau sintetis atau yang dikenal dengan sebutan gorila.

Kedua pelajar tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Grobogan. Mereka diamankan polisi di wilayah Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Kasat Narkoba Polres Semarang AKP Heri Ahmadi mengatakan, kedua tersangka masih berstatus sebagai anak dan pelajar. Dalam penanganan perkara, keduanya telah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Kebetulan ada dua tersangka anak-anak, statusnya masih pelajar dan kami sudah melimpahkan dua tersangka itu ke kejaksaan,” kata Heri dalam rilis ungkap kasus narkoba di Mapolres Semarang, Jumat (25/9/2026).

Heri menjelaskan, kedua pelajar tersebut sementara dikenakan sangkaan sebagai pengedar. Polisi masih mendalami jaringan peredaran narkoba yang melibatkan keduanya.

“Untuk sementara kita terapkan pasal pengedar,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku mengedarkan tembakau sintetis melalui media sosial. Cara tersebut digunakan untuk menjangkau calon pembeli tanpa harus melakukan transaksi secara terbuka.

“Untuk pengakuan tersangka pada waktu kita periksa, kedua tersangka itu diedarkan lewat medsos. Jenisnya tembakau sintetis atau gorila,” jelas Heri.

Karena kedua tersangka masih berstatus anak, proses hukum terhadap mereka dilakukan melalui mekanisme peradilan anak.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran tembakau gorila ini,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]