RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hal itu ditaskan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga.Kamis (15.10.2026).
Menurut gubernur, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melibatkan 123 perguruan tinggi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penelitian, pendataan, dan pendampingan masyarakat hingga tingkat desa. Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memastikan program penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Jawa Tengah pada Maret 2026 tercatat sebesar 9,21 persen, turun dari 9,48 persen pada Maret 2025. Dalam periode tersebut, jumlah penduduk miskin berkurang 81.250 orang, dari 3,37 juta menjadi 3,29 juta orang.
Untuk mendukung penurunan angka kemiskinan, Pemprov Jateng menggandeng perguruan tinggi melalui program pemberdayaan masyarakat. Dari total 123 perguruan tinggi yang menjalin kerja sama, sebanyak 49 perguruan tinggi terlibat pada 2025 dan 74 perguruan tinggi lainnya pada 2026.
Kolaborasi tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari kuliah kerja nyata (KKN) tematik, pendampingan usaha, pendataan rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan stunting, hingga pengembangan teknologi desalinasi air.
Menurut Luthfi, keterlibatan perguruan tinggi penting untuk memperkuat ketepatan sasaran program penanggulangan kemiskinan. Upaya tersebut tidak cukup hanya melalui bantuan sosial dan perbaikan rumah, tetapi juga perlu menyentuh persoalan kesehatan, pendidikan, serta kondisi ekonomi keluarga.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, pemerintah terus mendorong pergeseran pendekatan penanggulangan kemiskinan, dari pemberian bantuan sosial menuju pemberdayaan agar masyarakat mampu mandiri secara ekonomi.
Dalam Rakornas tersebut, sejumlah perguruan tinggi juga mendeklarasikan komitmen untuk mendukung program beasiswa bagi kader pemberdayaan masyarakat desa pada 2027.
Perguruan tinggi yang terlibat dalam deklarasi tersebut meliputi UKSW, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), dan Universitas Nusa Cendana.
Dalam laporan pelaksanaan Rakornas disebutkan, para rektor merencanakan penyediaan sekitar 2.000 beasiswa bagi kader pemberdayaan masyarakat atau putra-putri desa untuk melanjutkan pendidikan tinggi.











