UNGARAN – Diagnosis kanker payudara stadium tiga menjadi titik berat dalam perjalanan hidup Anita Susanty (43). Ibu empat anak asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mengikuti suaminya bertugas di Ungaran, harus menghadapi perjuangan panjang melawan penyakit tersebut.
Di tengah kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan dan biaya pengobatan, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu penopang bagi Anita untuk menjalani seluruh rangkaian pengobatan.
Perjuangannya bermula ketika Anita menemukan benjolan di payudaranya. Saat itu, ia sempat kebingungan karena masih terdaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di daerah asalnya.
Bersama suami, Anita kemudian mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ungaran untuk mencari informasi mengenai prosedur mendapatkan pelayanan kesehatan di tempat tinggalnya yang baru.
“Awalnya ada benjolan di payudara. Saya bingung bagaimana harus berobat di sini karena FKTP masih terdaftar di daerah asal. Kemudian bersama suami, kami datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ungaran untuk mendapatkan informasi,” ungkap Anita.
Setelah memperoleh penjelasan, Anita melakukan perubahan FKTP ke fasilitas kesehatan di wilayah Ungaran. Ia kemudian menjalani pemeriksaan awal hingga mendapatkan rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan dokter memastikan Anita mengidap kanker payudara stadium tiga. Kabar tersebut membuatnya terpukul. Selain memikirkan kondisi kesehatan, ia juga sempat dihantui kekhawatiran mengenai biaya pengobatan yang harus dijalani.
Namun, dukungan keluarga, saudara, dan orang-orang terdekat membuat Anita berusaha tetap kuat. Terlebih, ada empat anak yang menjadi alasan baginya untuk terus berjuang.
“Setelah mendengar diagnosis dokter, pikiran saya macam-macam. Mulai dari biaya pengobatan hingga sampai kapan saya bisa bertahan melawan penyakit ini. Tetapi keluarga dan orang-orang terdekat terus memberikan dukungan,” tuturnya.
Anita menjalani serangkaian pengobatan, mulai dari operasi hingga kemoterapi. Selama proses tersebut, ia juga bertemu dengan sesama pasien kanker yang saling memberikan dukungan dan semangat.
Enam bulan menjalani pengobatan menjadi perjalanan yang tidak mudah. Namun, perjuangan itu akhirnya membawa kabar menggembirakan. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir, sel kanker yang sebelumnya terdeteksi di tubuh Anita sudah tidak ditemukan lagi.
Kabar tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Anita setelah melewati berbagai tahapan pengobatan yang menguras tenaga dan emosi.
Ia mengaku bersyukur karena dapat menjalani seluruh proses pengobatan tanpa harus terbebani persoalan biaya melalui Program JKN.
“Saya sungguh bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan yang diberikan hingga hari ini. Saya juga berterima kasih kepada BPJS Kesehatan. Dengan adanya JKN, saya bisa menjalani pengobatan sampai tuntas tanpa harus memikirkan biaya,” katanya.
Sebagai penyintas kanker, Anita berharap Program JKN terus hadir memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.
Baginya, kepastian memperoleh pelayanan kesehatan menjadi dukungan penting bagi pasien untuk tetap fokus menjalani pengobatan dan memiliki harapan untuk sembuh.





