KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Angin Kencang, Belasan Nisan di Makam Ngebong Salatiga Tertimpa Pohon Kersen

Angin Kencang, Belasan Nisan di Makam Ngebong Salatiga Tertimpa Pohon Kersen

Angin Kencang, Belasan Nisan di Makam Ngebong Salatiga Tertimpa Pohon Kersen

Anggota BPBD Kota Salatiga saat membersihkan pohon yang tumbang di Makam China Ngebong Salatiga. Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Akibat angin kencang, sebuah pohon kersen berukuran besar tumbang di kawasan Makam China Ngebong, Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jumat (27/2/2026) siang. Akibat kejadian itu sejumlah nisan makam rusak setelah tertimpa batang pohon. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga Sutarto mengonfirmasi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi di tengah cuaca ekstrem tersebut.

“Pohon kersen yang berada di area makam tumbang. Pohon berukuran tinggi sekira lima meter dengan diameter 50 centimeter,” ungkap Sutarto.

Seperti diketahui wilayah Salatiga sedang dilanda angin kencang. Embusan angin yang kuat di area Makam Ngebong akhirnya membuat pohon kersen tersebut roboh hingga menimpa kabel optik dan fasilitas makam.

“Sejak pagi hingga siang memang di wilayah Salatiga terjadi angin kencang. Termasuk di area Makam Ngebong hingga kemudian menyebabkan pohon tumbang dan menimpa kabel optic serta nisan makam, kerusakan ringan,” katanya.

Pantauan wartawan, proses evakuasi Menggunakan Gergaji Mesin Segera setelah menerima laporan, anggota BPBD Kota Salatiga bersama para relawan dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas memotong batang pohon yang melintang dan menimpa nisan agar area makam kembali rapi.

“Anggota dengan peralatan seperti gergaji mesin langsung melakukan evakuasi pohon tumbang tersebut. Kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujar Sutarto.

Mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu, Sutarto mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mencari tempat berlindung yang kokoh saat terjadi angin kencang maupun hujan deras. Ia menyarankan warga menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame yang rawan roboh.

“Saat ada angin kencang, hujan deras, lebih baik mencari tempat berteduh yang aman untuk menghindari jadi korban bencana,” kata Sutarto. Hingga sore hari, proses pembersihan material pohon telah selesai dilakukan. Kabel optik yang sempat tertimpa juga telah dilaporkan kepada pihak terkait untuk segera diperbaiki guna menghindari gangguan komunikasi di kawasan sekitar.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]