URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang wisatawan meninggal dunia saat melakukan arung jeram di Sungai Tuntang, Desa Sambirejo, dalam kejadian yang menjadi peringatan serius bagi pengelola wisata air di Kabupaten Semarang. Kejadian ini memantik respons dari Dimas Prayitno, Kepala Desa Kalisidi, yang mengimbau pengelola wisata alam seperti Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK) untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca. Insiden ini terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Kabupaten Semarang dan disoroti kembali pada Selasa, 20 Mei 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Antisipasi Musim Hujan, Pengelola Wisata CLBK Imbau Pengunjung Waspada dan Patuhi Aturan

Antisipasi Musim Hujan, Pengelola Wisata CLBK Imbau Pengunjung Waspada dan Patuhi Aturan

Antisipasi Musim Hujan, Pengelola Wisata CLBK Imbau Pengunjung Waspada dan Patuhi Aturan

Kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK) ramai dikunjungi wisatawan. Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Meninggalnya seorang wisatawan saat aktivitas arung jeram di Sungai Tuntang, Desa Sambirejo, beberapa waktu lalu menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku wisata air di wilayah Kabupaten Semarang. Kejadian tragis tersebut memicu peningkatan kewaspadaan dari berbagai pihak, termasuk pengelola wisata alam Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK).

Kepala Desa Kalisidi, Dimas Prayitno, mengingatkan kondisi cuaca belakangan ini cenderung tidak bersahabat dan perlu diwaspadai oleh semua pihak, khususnya pengelola wisata alam.

“Situasi ini harus menjadi perhatian, terutama untuk tempat-tempat wisata air seperti CLBK,” ungkapnya di Ungaran, Selasa (20/5/2025).

Pengelola CLBK sendiri telah menerapkan sejumlah langkah antisipatif guna menjaga keselamatan pengunjung, terutama di musim hujan. Salah satunya adalah adanya petugas khusus yang bertugas memantau kondisi cuaca dan menutup akses masuk jika hujan berlangsung lebih dari dua jam.

“Kami memiliki petugas yang berjaga setiap hari. Jika hujan deras turun lebih dari dua jam, maka jalur ditutup, dan pengunjung tidak diizinkan masuk,” jelasnya.

Sebelum berkunjung, wisatawan juga diimbau untuk menghubungi kanal media sosial resmi atau kontak pengelola sebagai bentuk konfirmasi.

“Bukan registrasi formal, tapi konfirmasi ini penting agar pengunjung tahu situasi terkini di lokasi,” tambahnya.

Untuk mengurangi risiko, pengunjung disarankan datang lebih pagi, karena biasanya hujan deras terjadi selepas tengah hari.

“Kami buka mulai jam 6 pagi. Kalau datang pagi, tetap bisa menikmati wisata meski nanti siang hujan turun,” ujar Dimas.

Ia juga menegaskan pentingnya kepatuhan pengunjung terhadap imbauan petugas. “Kalau memang ditutup, ya harus patuh. Ini demi keselamatan semua. Jangan dipaksakan,” tutupnya. (win)

BACA JUGA :

Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved