RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bagian Mitigasi Bencana, Pertanian di Lahan Miring Penting Perhatikan Jenis Tanaman

Bagian Mitigasi Bencana, Pertanian di Lahan Miring Penting Perhatikan Jenis Tanaman

Bagian Mitigasi Bencana, Pertanian di Lahan Miring Penting Perhatikan Jenis Tanaman

RASIKAFM.COM|UNGARAN – Pemanfaatan kawasan hutan untuk diversifikasi pertanian, terutama pada lahan dengan kemiringan yang curam harus mempertimbangkan tanaman penahan air. Hal itu penting selain untuk meningkatkan ketahanan pangan, juga sebagai bagian dari upaya menjaga dan memperkuat daya dukung lingkungan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan, pengetahuan soal teknis menanam dan membudidayakan tanaman harus dikuasai terlebih dahulu. Setelah itu, petani diminta memberikan perhatian lebih pada lahan yang dimanfaatkan untuk pertanian khususnya yang memiliki kemiringan ekstrem.

“Khususnya dalam mencegah tanah longsor,” ujarnya pada acara Penanaman Jagung Program Kemitraan dalam Mendukung Ketahanan Pangan yang dilaksanakan Polda Jawa Tengah, di Petak 49 Lahan Perhutani wilayah Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (24/1/2023).

Ganjar mengingatkan ini karena sebelumnya pemanfaatan kawasan hutan milik Perhutani untuk lahan pertanian di wilayah Kendeng tidak memperhatikan persentase tegakan atau pohon penahan air. Hampir 90 persen lahan hanya ditanami jagung tanpa ada tumbuhan keras sama sekali.

“Saya ingatkan itu karena sudah terjadi di pegunungan Kendeng wilayah Pati dan Grobogan. Sehingga waktu hujan terjadi banjir dan longsor,” tegasnya.

Di sisi lain Ganjar mengapresiasi jajaran Polda Jawa Tengah, dalam hal ini Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah yang menginsisiasi program kemitraan untuk mendukung ketahanan pangan ini. Termasuk juga Perum Perhutani Divre Jawa Tengah yang menyediakan lahan hutan tebang seluas 15,6 hektare di untuk penanaman jagung dengan melibatkan dan memberdayakan para petani ini.

“Langkah kemitraan ini menjadi penting, terlebih dalam kegiatan ini juga melihatkan swasta sebagai offtaker. Sebab jika berbicara komoditas jagung, fluktuasi harganya memang cukup menarik. Jagung sebenarnya banyak, tetapi ketika sangat dibutuhkan pada saat- saat tentu ‘hilang’, karena tidak ada upaya untuk membuat produksi jagung ini lebih berkelanjutan,” paparnya.

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah ini pun memberikan beberapa catatan, masih banyak lahan ‘tidur’ atau lahan yang tidak produktif karena tidak dimanfaatkan. Maka ia berpesan agar dihitung betul mana lahan yang selama ini tidur dan bisa dimanfaatkan dan dikerjasamakan dengan petani, agar lahan- lahan tersebut lebih produktif dan dapat dioptimalkan.

“Kalau hari ini warga atau pemuda desa butuh pekerjaan bisa dilatih untuk membantu mengoptimalkan program kemitraan ini. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui dinas terkait, dan juga mungkin BUMN bisa dilibatkan untuk membantu memberikan pelatihan,” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Pemerintah Kabupaten Semarang membeli lahan seluas 2.024 meter persegi senilai Rp4,57 miliar menggunakan dana ganti rugi aset terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen untuk memperluas Pasar Sayur Getasan. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai area parkir dan bongkar muat guna mengurangi kemacetan di jalur Salatiga-Magelang, terutama saat aktivitas pasar berlangsung dini hari.
Antrean Kendaraan Tembus 3 Km, Lahan Rp4,57 Miliar Disiapkan untuk Pasar Sayur Getasan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama