URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang membekuk komplotan maling spesialis bobol rumah. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, dari kasus ini, pihaknya mengamankan lima orang beserta barang bukti kejahatannya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bobol Tiga Rumah di Semarang, Komplotan Maling Dibekuk Polisi

Bobol Tiga Rumah di Semarang, Komplotan Maling Dibekuk Polisi

Bobol Tiga Rumah di Semarang, Komplotan Maling Dibekuk Polisi

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang membekuk komplotan maling spesialis bobol rumah. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, dari kasus ini, pihaknya mengamankan lima orang beserta barang bukti kejahatannya.

Para pelaku yang diamankan masing-masing bernama Trio (43), Anonton (44) dan Mahesa (49) warga Bekasi, Andriansyah (45) warga Palembang dan Hendra (38) warga Jakarta. Para pencuri ini diamankan usai bobol tiga rumah di Kota Semarang.

“Kelima Tersangka diamankan di Hotel Horison Inn Alaska Jalan Kyai Saleh Kota Semarang pada Sabtu 28 Januari 2023 sekira pukul 00.30 WIB,” ujar Irwan dalam keterangan yang diterima, Minggu (29/1/2023).

Dirinya menerangkan, aksi pertama para komplotan ini menargetkan sebuah rumah di Jalan Rajabasa, Kecamatan Gajahmungkur pada Sabtu (10/12/2022) pukul 16.30 WIB. Kemudian aksi kedua dilakukan di hari yang sama sekira pukul 17.00 WIB di rumah Jalan Bukit Unggul Raya, Kecamatan Gajahmungkur.

“Lokasi pencurian lainnya terjadi di Jalan Delta Mas, Kecamatan Semarang Utara pada Selasa 13 September 2022. Modus komplotan ini mencari kelengahan korban. Jadi pada saat rumah dalam keadaan kosong ditinggal pergi penghuni rumah, kemudian pelaku masuk dengan merusak kunci pintu rumah korban,” terangnya.

Irwan menjelaskan, aksi pertama para pelaku berhasil menggasak uang tunai Rp. 100 juta dan tiga emas batang total berat 45 gram. Kemudian aksi kedua pelaku mencuri dua buah emas antam total berat 25 gram, empat buah emas antam total enrat 10 gram, tiga cicin emas, dua gelang emas, uang tunai dolar dan dinar senilai Rp. 1 juta.

Lalu aksi terakhir pelaku mengambil tiga emas antam masing-masing seberat 23 gram, dua gelam emas seberat 17 gram, 8 cincin emas, 8 anting emas, 8 jam bermerk dan uang tunai Rp. 10 juta. “Total merugian mencapai Rp. 1 miliar. Saat ini para pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.

Atas perbuatannya, komplotan ini dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana. Kepolisian juga masih melakukan pendalaman untuk mengetahui apakah ada lokasi lain terkait para pelaku dalam melakukan aksinya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan