URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Semarang berhasil mengamankan sembilan pelaku judi dari dua lokasi berbeda dalam giat operasi penyakit masyarakat selama bulan suci Ramadan. Pelaku judi online diamankan di wilayah Ungaran dan pelaku judi dadu kopyok diamankan di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti seperti uang tunai, ATM, handphone, plastik terpal, mata dadu, tempurung kelapa, dan alas kayu. Para pelaku akan dikenakan Pasal 303 KUHP.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Isi Waktu Luang dengan Judi, Sembilan Orang Ditangkap Polisi

Isi Waktu Luang dengan Judi, Sembilan Orang Ditangkap Polisi

Isi Waktu Luang dengan Judi, Sembilan Orang Ditangkap Polisi

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Kresnawan Hussein (tengah) menunjukkan barang bukti tindak pidana perjudian yang berhasil diungkap belum lama ini.

(Foto/dok. Humas Polres Semarang)

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Kresnawan Hussein (tengah) menunjukkan barang bukti tindak pidana perjudian yang berhasil diungkap belum lama ini.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Polres Semarang mengamankan sembilan pelaku judi di dua lokasi berbeda. Hal itu merupakan hasil dari giat operasi penyakit masyarakat selama bulan suci ramadan.

Disampaikan Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Kresnawan Hussein, satu pelaku diamankan dari wilayah Ungaran dan delapan sisanya diamankan dari Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

“Yang di Ungaran itu perantara judi online, yang di Kaliwungu jenis judi dadu kopyok,” ujarnya di Mapolres Semarang belum lama ini.

Kronologi penangkapan, lanjut Kresnawan, berawal dari informasi masyarakat pada tanggal 11 Maret 2023 lalu bahwa telah terjadi dugaan tindak perjudian jenis togel Sidney, Hongkong dan Singapura yang dilakukan oleh AT (38).

“Tersangka ini bertindak sebagai perantara atau pengepul bagi masyarakat yang hendak memasang togel,” terangnya.

Dari penangkapan itu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp200 ribu, 1 buah ATM, serta 2 unit handphone yang digunakan sebagai sarana untuk memasang judi togel.

Sementara untuk judi jenis dadu kopyok, Kresnawan mengungkapkan perjudian itu dilakukan di salah satu rumah warga. Berawal dari informasi masyarakat pada tanggal 9 Maret 2023 bahwa di dalam salah satu rumah warga di Desa Papringan sering digunakan untuk kegiatan judi dadu kopyok.

“Kami bersama dengan Polsek Kaliwungu melakukan pemeriksaan dan berhasil mengamankan 8 pelaku judi termasuk pemilik rumah,” urainya.

Dari keterangan pelaku, mereka berdalih hanya mengisi waktu luang dengan berjudi. “Apapun alasannya, tetap merupakan pelanggaran hukum,” tegasnya.

Dari tangan para pelaku judi dadu kopyok, Polres Semarang berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya total uang tunai sebesar Rp 2,5 juta, 1 plastik terpal yang digunakan sebagai alas, 3 buah mata dadu dan 1 tempurung kelapa yang digunakan sebagai alat utama judi dadu kopyok, serta 1 buah alas yang terbuat dari kayu.

“Saat ini para pelaku sudah diamankan berikut barang bukti di Mapolres Semarang, dan kepada para pelaku akan dikenakan pasal 303 KUHP,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Satresnarkoba Polres Salatiga mengamankan HM (28) di kawasan Mangunsari, Sidomukti, Sabtu (15/8/2026), setelah menerima informasi dugaan transaksi obat keras. Polisi menemukan 2.370 tablet putih berlogo “Y”, telepon genggam, dan plastik klip. HM diduga berperan sebagai pengedar dan kini menjalani penyidikan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Satresnarkoba Polres Salatiga Tangkap Pengedar 2.370 Pil Yarindu, Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum