KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bunga Tabebuya Percantik Kawasan JLS, Nitizen Sebut Seperti Di Jepang

Bunga Tabebuya Percantik Kawasan JLS, Nitizen Sebut Seperti Di Jepang

Bunga Tabebuya Percantik Kawasan JLS, Nitizen Sebut Seperti Di Jepang

RASIKAFM – Dalam sepekan ini pengguna jalan yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) akan mendapatkan pemandangan indah. Hal ini disebabkan ratusan pohon Tabebuya di wilayah tersebut mulai berbunga dan Cukup indah. Ratusan pohon dengan bunga warna pink dan putih, membuat kita seakan bukan berada di Salatiga. Namun seperti berada di Jepang.

Kepada rasikafm.com Dwi Astuti Mahasiswi Asal Magelang mengatakan jika dirinya sengaja datang ke Salatiga untuk sekedar berswafoto dibawah pohon yang kini lagi Viral itu

“setelah melihat dimedsos saya penasaran dan kebetulan kuliah lagi libur saya sempatkan main ke Salatiga saat disini serasa kayak dinegeri sakura” ungkap Dwi yang datang naik Starlet merah ini.

Walikota Salatiga Yulianto saat dimintai komentar tentang Tabebuya

Terpisah walikota Salatiga Yuliyanto menuturkan, ratusan pohon Tabebuya yang ditanam di pulau jalan JLS sepanjang 11 kilometer. Dari Blotongan sampai Tingkir.pada awalnya memang untuk penghijauan

“Banyak yang kaget dengan keindahan bunga ini. Setahun hanya berbunga sekali,” jelasnya.

Netizen saat bercerita indahnya Tabebuya

Pantauan Team Kelana Kota Rasika FM jika pagi dan sore hari tak jarang banyak anak muda yang sengaja berpoto dibawah Pohon Tabebuya itu (rief)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]