RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bunga Tabebuya Percantik Kawasan JLS, Nitizen Sebut Seperti Di Jepang

Bunga Tabebuya Percantik Kawasan JLS, Nitizen Sebut Seperti Di Jepang

Bunga Tabebuya Percantik Kawasan JLS, Nitizen Sebut Seperti Di Jepang

RASIKAFM – Dalam sepekan ini pengguna jalan yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) akan mendapatkan pemandangan indah. Hal ini disebabkan ratusan pohon Tabebuya di wilayah tersebut mulai berbunga dan Cukup indah. Ratusan pohon dengan bunga warna pink dan putih, membuat kita seakan bukan berada di Salatiga. Namun seperti berada di Jepang.

Kepada rasikafm.com Dwi Astuti Mahasiswi Asal Magelang mengatakan jika dirinya sengaja datang ke Salatiga untuk sekedar berswafoto dibawah pohon yang kini lagi Viral itu

“setelah melihat dimedsos saya penasaran dan kebetulan kuliah lagi libur saya sempatkan main ke Salatiga saat disini serasa kayak dinegeri sakura” ungkap Dwi yang datang naik Starlet merah ini.

Walikota Salatiga Yulianto saat dimintai komentar tentang Tabebuya

Terpisah walikota Salatiga Yuliyanto menuturkan, ratusan pohon Tabebuya yang ditanam di pulau jalan JLS sepanjang 11 kilometer. Dari Blotongan sampai Tingkir.pada awalnya memang untuk penghijauan

“Banyak yang kaget dengan keindahan bunga ini. Setahun hanya berbunga sekali,” jelasnya.

Netizen saat bercerita indahnya Tabebuya

Pantauan Team Kelana Kota Rasika FM jika pagi dan sore hari tak jarang banyak anak muda yang sengaja berpoto dibawah Pohon Tabebuya itu (rief)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka