[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Rencana Penanganan 135 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera

Direktorat Jenderal Bina Marga menargetkan penanganan 135 perlintasan sebidang jalur kereta di Sumatera dan Jawa periode 2025–2039. Program pemerintah ini dilaksanakan di berbagai provinsi mulai 2025 karena tingginya risiko kecelakaan dan kerusakan infrastruktur. Penanganan dilakukan bertahap melalui pembangunan flyover, underpass, dan penutupan JPL prioritas.

Mudik Lebaran 2026: Jangan Hanya Bertumpu Pada Jalan Tol

Pemerintah diminta tak terpaku pada tol dalam menghadapi mudik Lebaran 2026 dengan mendorong perbaikan jalan arteri. Sorotan ini muncul dari data pergerakan 143,9 juta orang dan dominasi mobil pribadi. Arus diprediksi memadati ruas seperti Tol Jakarta–Cikampek saat Lebaran 2026. Kepadatan terjadi karena mayoritas pemudik memilih tol demi kenyamanan. Solusinya pembenahan arteri dan pengaturan lalu lintas terpadu.

Memahami Hak Masyarakat dan Tanggung Jawab Negara Atas Jalan Rusak

Kondisi jalan rusak menjadi persoalan serius yang menghambat keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Penyelenggara jalan di tingkat pusat hingga daerah berkewajiban memperbaiki dan melengkapi fasilitas jalan sesuai undang-undang. Kewajiban ini ditegaskan untuk mencegah kecelakaan, menjamin akses publik, serta mendukung kelancaran logistik nasional.

MTI: Alihkan Subsidi Motor Listrik ke Angkutan Umum

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka segera mengalihkan subsidi motor listrik ke angkutan umum. Kebijakan subsidi motor dinilai salah sasaran, tidak menjawab penurunan daya beli, dan membebani APBN. MTI menilai subsidi angkutan umum lebih efektif meringankan beban masyarakat miskin kota.

Ojol di Panggung Politik, Pengemudi Konvensional di Pinggir Jalan

Dalam sepuluh tahun terakhir, transportasi Indonesia berubah dengan hadirnya ojek online yang cepat mendapat perhatian publik, sementara pengemudi konvensional kurang tersorot. Fenomena ini dipengaruhi identitas visual, solidaritas digital, serta sorotan media. Para ahli menilai perlunya penguatan organisasi, simbol kolektif, dan perlindungan sosial bagi pengemudi konvensional.