Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the bmkg-alerts domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the radio-on-demand domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the unlimited-elements-for-elementor domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the visibility-logic-elementor domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Fungsi register_post_type ditulis secara tidak benar. Nama tipe pos harus memiliki 1 sampai 20 karakter. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 4.2.0.) in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Fungsi register_post_type ditulis secara tidak benar. Nama tipe pos harus memiliki 1 sampai 20 karakter. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 4.2.0.) in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Warning: Undefined array key 0 in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/acf/tags/acf-image.php on line 40

Warning: Undefined array key 1 in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/acf/tags/acf-image.php on line 40
Dilema Anggaran Keselamatan Kereta di Jawa T imur - RASIKA105.6 FM
URL audio tidak tersedia.

Warning: Undefined array key 0 in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/acf/tags/acf-image.php on line 40

Warning: Undefined array key 1 in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/acf/tags/acf-image.php on line 40

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Pemprov Jawa Timur berhasil menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang hingga 22 kasus pada 2025. Keberhasilan ini dicapai berkat 1.344 petugas penjaga yang tersebar di 336 titik. Namun, capaian ini menyisakan beban berat bagi APBD, yakni biaya gaji lebih dari Rp3,2 miliar per bulan dan biaya diklat Rp6,6 juta per orang. Daerah kini menjerit membutuhkan dukungan APBN untuk status P3K petugas dan pendanaan diklat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dilema Anggaran Keselamatan Kereta di Jawa T imur

Dilema Anggaran Keselamatan Kereta di Jawa T imur

Dilema Anggaran Keselamatan Kereta di Jawa T imur

Perlintasan Kereta Api. Foto: .Dok IST
Ditulis oleh: Djoko Setijowarno , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat
Perlintasan Kereta Api. Foto: .Dok IST
Custom Image

Provinsi Jawa Timur sukses menekan angka kecelakaan perlintasan sebidang pada 2025, namun capaian ini menyisakan beban biaya SDM dan diklat yang berat bagi daerah.

Upaya serius Pemerintah Daerah di Jawa Timur dalam mengelola perlintasan sebidang telah membuahkan hasil yang signifikan. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur (2026), angka kecelakaan di perlintasan sebidang menunjukkan tren penurunan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Setelah sempat mencapai angka tertinggi yakni 59 kejadian pada tahun 2022, angka tersebut berhasil ditekan secara drastis menjadi 30 kejadian di tahun 2024, dan mencapai titik terendah dalam satu dekade terakhir dengan 22 kejadian di tahun 2025. Keberhasilan ini membuktikan bahwa kehadiran petugas penjaga di lapangan adalah kunci utama keselamatan transportasi kereta api.

Di Provinsi Jawa Timur tercatat memiliki 997 titik perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 915 titik telah terdaftar (memiliki nomor jalur perlintasan langsung/JPL), sementara 82 titik lainnya merupakan perlintasan liar (tidak terdaftar). Terkait sistem pengamanannya, 336 titik dijaga oleh Pemerintah Daerah, 290 titik dijaga oleh PT KAI dan pihak swasta, serta 79 titik dijaga oleh relawan. Namun, masih terdapat 210 titik perlintasan yang hingga kini belum memiliki penjagaan.

Dilihat dari kewenangan jalan, mayoritas perlintasan sebidang berada di bawah wewenang pemerintah daerah, yaitu sebanyak 840 titik di Jalan Kabupaten/Kota/Desa, diikuti oleh 53 titik di Jalan Nasional, dan 22 titik di Jalan Provinsi. Tantangan keselamatan perlintasan sebidang di Provinsi Jawa Timur terkonsentrasi di tingkat Kabupaten/Kota dan Desa, yang mencakup 840 dari total 915 perlintasan terdaftar. Meskipun tingkat pengamanan di area ini sudah mencapai 75 persen (630 titik terjaga), masih terdapat urgensi penanganan bagi 210 perlintasan (25 persen) yang saat ini belum memiliki penjagaan sama sekali.

Sebanyak 22 Pemerintah Kabupaten dan Kota di Jawa Timur telah aktif menangani total 132 perlintasan sebidang (JPL). Kontribusi terbesar datang dari penanganan tertinggi, yakni Kab. Lamongan (19 JPL) dan Kab. Probolinggo (15 JPL). Penanganan menengah (6–10 JPL), yaitu Kab. Blitar (10), Kab. Ngawi (9), Kab. Kediri (8), Kab. Lumajang (8), Kab. Pasuruan (8), Kab. Banyuwangi (7), Kab. Nganjuk (6), dan Kab. Sidoarjo (6). Dan penanganan terfokus (1–4 JPL), meliputi 12 wilayah lainnya seperti Kab. Madiun, Kab.Magetan, Kab. Malang, Kab. Tulungagung, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo (masing-masing 4 JPL), Kab. Jember (3), serta Kab. Gresik, Kab. Jombang, Kota Blitar, Kota Malang (masing-masing 2), dan Kota Kediri (1 JPL).

Sebagai bentuk dukungan nyata, tahun 2024 Pemrpov. Jawa Timur telah dialokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 6,53 miliar untuk pembangunan palang pintu perlintasan dan pos jaga di 11 kabupaten/kota. Penerima bantuan terbesar adalah Kabupaten Malang sebesar Rp 900 juta dan Kabupaten Madiun sebesar Rp 800 juta. Wilayah lain seperti Kabupaten Kediri, Magetan, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Tulungagung, serta Kota Malang menerima kisaran Rp 300 juta hingga Rp 650 juta. Sementara itu, Kota Kediri dan Kota Probolinggo masing-masing mendapatkan dukungan sekitar Rp 290-an juta.

Hambatan dan tantangan

Hambatan anggaran tetap menjadi tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur di daerah. Penurunan Dana Transfer secara langsung berdampak pada pemangkasan Anggaran Dukungan Peningkatan Keselamatan Kereta Api. Padahal risiko kecelakaan di perlintasan sebidang memerlukan penanganan yang mendesak dan berkelanjutan. Akibatnya, terjadi ketimpangan yang signifikan antara keterbatasan fiskal pemerintah Kabupaten/Kota dengan besarnya tanggung jawab pengelolaan perlintasan sebidang yang harus dipikul.

Pemerintah Daerah saat ini memikul beban pembiayaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup besar untuk menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Dengan 336 titik perlintasan yang dijaga, terdapat sedikitnya 1.344 petugas (asumsi 4 orang per titik) yang pengupahannya bersumber dari anggaran daerah. Pada tahun 2026, dengan asumsi upah minimum sekitar Rp 2.400.000, total belanja pegawai melalui skema alih daya (outsourcing) mencapai lebih dari Rp 3,2 miliar per bulan. Mengingat peran vital mereka dalam keselamatan publik, sudah selayaknya profesi Penjaga Jalan Lintasan (PJL) ini diakui sebagai bagian dari unsur SDM Perhubungan dan diakomodasi dalam formasi kepegawaian P3K atau skema tetap lainnya.

Selain beban gaji, Pemerintah Daerah juga harus menanggung biaya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi penjaga perlintasan sebesar Rp 6.600.000 per orang, meskipun biaya sertifikasinya saat ini sudah nol rupiah. Tantangan utama yang muncul adalah rendahnya standar penggajian di daerah bagi PJL bersertifikat, yang memicu fenomena peralihan tenaga kerja ke sektor atau lokasi lain dengan upah lebih tinggi. Untuk menjaga keberlangsungan tenaga ahli ini, diperlukan dukungan APBN melalui program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) atau skema diklat khusus PJL, guna meringankan beban fiskal daerah dan menyeragamkan standar kompetensi nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan Jawa Timur dalam menekan angka kecelakaan hingga titik terendah pada 2025 tidak boleh terhenti akibat kendala anggaran. Keselamatan publik adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar beban fiskal daerah. Oleh karena itu, dukungan APBN untuk biaya diklat dan kepastian status P3K bagi para penjaga perlintasan menjadi kunci mutlak untuk menjaga keberlanjutan keselamatan nyawa di jalur kereta api.

Penutup

Tahun 2026 dan tahun depan tidak ada kepastian anggaran keselamatan di Kementerian Perhubungan. Niat mau berkeselamatan tanpa ada anggaran akan sia-sia. Darurat keselamatan akan menggema namun tidak ada yang menjaga lagi. Kuncinya satu berteman di kawasaan keselamatan perlintasan kaliska yaitu berhenti sejenak tengok kanan kiri aman jalan. Itulah pilihan bijak bagi pengguna jalan. Nyawa anda ada pada diri sendiri anda patuh anda selamat.

Belanja Kementerian/Lembaga pada setiap pemerintahan selalu berbeda. Kementerian Perhubungan yang sangat erat dengan keselamatan dan pelayanan transportasi, pastinya tidak berkurang drastis. Tahun 2006 sebesar 8,88 triliun, tahun 2016 (Rp 50,16 triliun) dan tahun 2026 turun drastis menjadi Rp 28,5 triliun. Sementara jumlah penduduk meningkat dan perlu layanan transportasi yang memadai dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Tentunya hal ini tidak mungkin akan terwujud.

Fluktuasi anggaran Kementerian/lembaga memang lumrah di setiap era pemerintahan, namun sektor keselamatan transportasi seharusnya menjadi pengecualian. Ironisnya, pagu anggaran Kementerian Perhubungan di era Presiden Joko Widodo yang sempat menyentuh Rp 50,16 triliun pada 2016, kini merosot tajam menjadi Rp 28,5 triliun pada 2026. Di tengah lonjakan jumlah penduduk yang membutuhkan layanan mobilitas tinggi, pemangkasan ini seolah menciptakan celah lebar antara target keselamatan yang ideal dan realitas anggaran yang minim.

BACA JUGA :

Ada Jeritan dari Bangku Madrasah
Ada Jeritan dari Bangku Madrasah
WhatsApp Image 2026-05-18 at 12.14
Dilema Menutup Pelintasan Sebidang, Antara Keselamatan Nyawa dan Denyut Ekonomi
bbm
Antisipasi Kenaikan Harga BBM Tahun 2027
stasiun-juwana-masa-lalu
Reaktivasi Jalan Rel Sebagai Kunci Pemerataan, Merajut Konektivitas, dan Memacu Pertumbuhan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

12 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–08.00 dan 14.00–16
12 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–08.00 dan 14.00–16.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026 pada pagi serta siang hingga sore hari dengan tinggi muka air...
12 Juni 2026 BMKG Prediksi Hujan Ringan Berpotensi Guyur Semarang Selatan dan Pegunungan Jawa Tengah
12 Juni 2026: BMKG Prediksi Hujan Ringan Berpotensi Guyur Semarang Selatan dan Pegunungan Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Jumat, 12 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu...
Tes Religi
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Satreskrim Polres Semarang menetapkan seorang pria berinisial AJS (56), warga kelahiran Salatiga, sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap delapan santri di sebuah pondok pesantren...
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga melalui Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kelurahan Ledok menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai di RT 03 RW 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo,...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

                          

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 156