KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Antisipasi Kenaikan Harga BBM Tahun 2027

Antisipasi Kenaikan Harga BBM Tahun 2027

Antisipasi Kenaikan Harga BBM Tahun 2027

Ditulis oleh: Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Modernisasi transportasi publik tidak seharusnya dipandang sebagai beban anggaran, melainkan wujud pemenuhan kewajiban negara sekaligus investasi strategis jangka panjang. Langkah ini merupakan fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan menjamin mobilitas warga yang lebih berkeadilan .

Rencana kenaikan harga BBM subsidi pada Januari 2027 berisiko memicu gelombang protes massa jika masyarakat tidak diberikan alternatif moda transportasi yang murah. Sebagai langkah antisipatif, pemerintah perlu segera mengalokasikan Rp 10 triliun menginisiasi pengadaan transportasi umum modern di 200 kota melalui Instruksi Presiden (Inpres). Setidaknya masyarakat di kota kecil hingga kota besar sudah dapat menikmati transportasi umum yang mumpuni.

Sebagai gambaran, pagu anggaran program Buy The Service (BTS) pada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tahun 2023 yang sebesar Rp 582 miliar telah mampu menjamin operasional transportasi umum di 10 kota metropolitan dan kota besar. Angka ini membuktikan bahwa dengan alokasi yang terukur, pemerintah dapat menyediakan layanan mobilitas publik yang luas dan berkualitas bagi masyarakat urban.

Dengan alokasi Rp 10 triliun, layanan ini bahkan dapat digratiskan bagi mahasiswa, pelajar, dan buruh untuk meredam gejolak sosial. Kebijakan ini jauh lebih efisien dan berdampak luas dibandingkan rencana Kementerian Perindustrian memberikan subsidi motor listrik sebesar Rp 30 triliun. Sebesar Rp 5 juta diberikan untuk subsidi satu unit motor listrik.

Pemberdayaan angkutan umum lokal di tingkat daerah dapat menjadi solusi efektif tanpa harus memulai dari nol, sebagaimana yang telah diimplementasikan di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang. Dengan memanfaatkan 10% pembagian opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang mencapai Rp 6,1 miliar, Kabupaten Magelang mengalokasikan Rp 2,5 miliar khusus sebagai insentif Angkutan Pedesaan (Angkudes). Melalui insentif sebesar Rp 135 ribu per hari operasional sekolah, 78 armada Angkudes pada tahun 2026 mampu melayani sekitar 900 pelajar secara gratis setiap harinya. Langkah ini tidak hanya menjamin aksesibilitas pendidikan, tetapi juga menjaga keberlangsungan hidup operator angkutan lokal.

Dari sisi manfaat dan efisiensi anggaran, penguatan transportasi publik jelas merupakan pilihan yang lebih rasional.

Alokasi dana sebesar Rp10 triliun untuk pembenahan angkutan umum di daerah (melalui skema Inpres atau subsidi Buy The Service akan memberikan dampak yang bersifat multiplikasi, baik dari sisi ekonomi, sosial, hingga keselamatan. Manfaat strategis yang dapat diperoleh berikut ini.

Pertama, sebagai jaring pengaman ekonomi masyaraka t. Kenaikan biaya energi (seperti BBM) sering kali memicu inflasi dan menurunkan daya beli. Angkutan umum yang murah atau gratis bagi pelajar, buruh, dan masyarakat berpenghasilan rendah berfungsi sebagai “subsidi langsung” yang tepat sasaran. Dana Rp10 triliun ini mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga secara signifikan dibandingkan subsidi kendaraan pribadi.

Kedua, efisiensi fiskal dan anggaran . Secara angka, Rp10 triliun jauh lebih efisien dibandingkan rencana subsidi kendaraan listrik pribadi (misalnya motor listrik) yang membutuhkan dana lebih besar (sekitar Rp 30 triliun) namun manfaatnya bersifat individual. Investasi Rp 10 triliun dapat menjangkau sekitar 200 kota dengan sistem angkutan modern. Manfaatnya dapat mengurangi beban negara terhadap subsidi BBM jangka panjang karena perpindahan moda dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.

Ketiga, mitigasi risiko sosial dan unjuk rasa . Transportasi publik adalah isu sensitif yang menyentuh akar rumput. Penyediaan transportasi umum yang layak sebelum adanya kebijakan penyesuaian harga BBM dapat menjadi alat peredam gejolak sosial. Masyarakat cenderung lebih kooperatif terhadap kebijakan energi pemerintah jika tersedia alternatif mobilitas yang murah dan berkualitas.

Keempat, peningkatan keselamatan transportasi . Banyak kecelakaan lalu lintas di daerah melibatkan pelajar yang menggunakan sepeda motor karena tidak adanya pilihan lain. Dengan tersedianya angkutan sekolah yang terintegrasi (seperti contoh sukses di Kab. Magelang), angka kecelakaan di usia produktif dapat ditekan secara drastis.

Kelima, pemerataan pembangunan dan konektivitas regional . Dana ini dapat digunakan untuk (1) modernisasi armada, yakni mengganti angkutan yang sudah tidak layak dengan unit baru yang nyaman (ber-pendingin dan aman), (2) pemberdayaan operator lokal, tidak mematikan angkutan eksisting, pemerintah dapat merangkul mereka ke dalam sistem formal dengan standar layanan yang ditentukan pemerintah, dan (3) digitalisasi, yaitu implementasi sistem pembayaran non-tunai dan pelacakan posisi armada secara real-time di tingkat kota kecil/menengah.

Keenam, dampak lingkungan dan tata ruang . Penyediaan angkutan umum di 200 kota akan mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya, yang secara langsung berdampak pada berkurangnya kemacetan di pusat-pusat kota daerah, penurunan emisi karbon secara kolektif, dan penataan ruang kota yang lebih teratur dan manusiawi.

Penutup

Operasional transportasi umum ini diarahkan untuk menyediakan layanan dengan tarif terjangkau, bahkan gratis, bagi kelompok prioritas seperti buruh, mahasiswa, pelajar, penyandang disabilitas, dan lansia.

Pengalokasian Rp 10 triliun untuk transportasi umum bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi strategis. Hasilnya bukan hanya fisik berupa bus atau angkutan, melainkan terciptanya sistem mobilitas nasional yang lebih berkeadilan dan stabil secara ekonomi maupun sosial.

Pembenahan transportasi umum adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar beban belanja negara. Menyediakan akses mobilitas yang aman dan terjangkau merupakan kewajiban konstitusional pemerintah demi mewujudkan ekosistem perkotaan yang lebih berkelanjutan.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
28 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Hujan Lebat
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
[pekok2]