URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang musim liburan sekolah 2026, penyelenggara studi tur dan wisata rombongan diimbau lebih cermat memilih armada transportasi. Keselamatan perjalanan dapat ditingkatkan dengan memastikan legalitas PO bus, kelaikan kendaraan, kondisi pengemudi, perencanaan rute, transparansi biaya, serta kesiapan fasilitas keselamatan sebelum keberangkatan agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tips Cerdas Sewa Bus Wisata Sekolah: Liburan Seru, Rombongan Aman dan Tenang

Tips Cerdas Sewa Bus Wisata Sekolah: Liburan Seru, Rombongan Aman dan Tenang

Tips Cerdas Sewa Bus Wisata Sekolah: Liburan Seru, Rombongan Aman dan Tenang

Ditulis Oleh: Djoko Setijowarno , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)
featured-img

Musim liburan sekolah selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh para siswa. Berbagai rencana perjalanan, mulai dari studi tur hingga piknik bersama rombongan kelas, mulai disusun dengan antusias. Namun, di balik keseruan merencanakan destinasi wisata, ada satu aspek krusial yang tidak boleh luput dari perhatian: memilih armada transportasi yang tepat.

Menyewa kendaraan umum seperti bus pariwisata, microbus, hingga bus berukuran medium dan besar untuk liburan sekolah tentu membutuhkan perencanaan yang matang. Apalagi di tengah lonjakan permintaan ( high season ), faktor keselamatan dan kenyamanan rombongan harus tetap menjadi prioritas utama.

Apa saja yang perlu dipersiapkan?

Pertama, aspek legalitas dan keselamatan Perusahaan Otobus (PO) . Jangan pernah tergiur hanya oleh penawaran harga yang murah. Pastikan armada yang disewa benar-benar terjamin keselamatannya dengan memilih PO bus yang resmi, terpercaya, serta memiliki izin trayek atau izin angkutan pariwisata yang masih berlaku.

Untuk memastikannya, dapat memeriksa keaslian izin dan kelaikan jalan armada secara mandiri melalui sistem SPIONAM (Sistem Informasi Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda) milik Ditjen Hubdat Kemenhub.

Selanjutnya, pastikan kendaraan telah lulus uji berkala (KIR) terbaru. Berhak meminta bukti cetak kelulusan uji kepada pihak PO atau mengeceknya langsung melalui aplikasi e-KIR nasional. Selain kelaikan jalan, pilihlah armada dengan kapasitas kursi yang sesuai atau sedikit lebih longgar dari jumlah rombongan agar perjalanan terasa lega dan seluruh barang bawaan dapat terakomodasi dengan baik.

Kedua, manajemen waktu dan kondisi pengemudi . Kelelahan pengemudi merupakan salah satu faktor risiko kecelakaan terbesar, terutama saat musim liburan. Oleh karena itu, aturan jam kerja pengemudi wajib diperhatikan dengan ketat. Sesuai regulasi keselamatan, durasi mengemudi maksimal adalah 8 jam sehari, atau maksimal 12 jam jika sudah mencakup waktu istirahat.

Regulasi mengenai waktu kerja pengemudi ini secara resmi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada Pasal 90 ayat (1), disebutkan secara tegas bahwa setiap perusahaan angkutan umum wajib mematuhi dan memberlakukan ketentuan mengenai waktu kerja, waktu istirahat, serta pergantian pengemudi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara lebih rinci, waktu kerja bagi pengemudi kendaraan bermotor umum dibatasi paling lama 8 jam sehari. Setelah mengemudikan kendaraan selama 4 jam berturut-turut, pengemudi wajib mengambil waktu istirahat sekurang-kurangnya 30 menit. Namun, dalam kondisi tertentu, pengemudi dapat dipekerjakan hingga maksimal 12 jam sehari, dengan catatan waktu tersebut sudah termasuk akumulasi istirahat minimal 1 jam.

Oleh karena itu, jika perjalanan dinas atau wisata rombongan menempuh waktu lebih dari 8 jam atau memerlukan waktu menginap, wajib meminta penyediaan 2 pengemudi. Selain itu, memastikan telah mengalokasikan anggaran untuk tempat istirahat atau penginapan yang layak bagi kru bus, agar mereka dapat tidur dengan berkualitas dan memulihkan stamina sebelum kembali mengemudi.

Ketiga, manajemen rute dan karakteristik jalur . Musim liburan sekolah sering kali diwarnai oleh kemacetan ekstrem serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Apabila rute wisata yang dipilih melintasi daerah pegunungan atau tanjakan curam, Anda wajib memastikan bahwa sistem pengereman bus termasuk fitur pendukung seperti retarder atau exhaust brake berfungsi secara optimal demi keselamatan bersama.

Selain itu, pastikan pengemudi sudah mengenali dan menguasai rute perjalanan menuju lokasi wisata. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan kru bus mengenai rencana rute alternatif apabila jalur utama mengalami kemacetan parah atau terjadi penutupan jalan akibat kebijakan pembatasan volume kendaraan.

Keempat, administrasi dan keuangan ( budgeting ) . Perlu diingat bahwa komponen biaya sewa bus sering kali tidak bersifat all-in. Oleh karena itu, pastikan kesepakatan di awal sudah mencakup rincian biaya tambahan secara jelas, diperkuat dengan kontrak sewa tertulis, serta jaminan asuransi perjalanan.

Sejak awal, perjelas siapa yang akan menanggung biaya tol, parkir di lokasi wisata, retribusi daerah, hingga uang makan serta tips untuk sopir dan kernet. Selain itu, pastikan ada kesepakatan hitam di atas putih mengenai kompensasi atau ketersediaan armada pengganti jika terjadi mogok atau kendala teknis di tengah jalan. Terakhir, pastikan premi Asuransi PT Jasa Raharja untuk penumpang sudah termasuk dalam komponen biaya sewa, atau pertimbangkan untuk menambah asuransi perjalanan mandiri bagi seluruh peserta kelompok demi proteksi ekstra.

Kelima, komunikasi dan logistik kelompok . Batasi kapasitas bagasi sesuai dengan jumlah peserta agar tidak terjadi kelebihan muatan ( overload ) yang dapat membahayakan stabilitas kendaraan. Selain itu, aturlah posisi duduk peserta sejak awal ( seating arrangement ), terutama bagi anak-anak atau lansia untuk mempermudah proses absensi dan pengawasan saat naik turun di destinasi wisata.

Terakhir, sebelum kendaraan benar-benar berangkat (khususnya jika menyewa bus), sempatkanlah untuk memeriksa kondisi fisik kendaraan secara singkat bersama pengemudi, seperti mengecek kelayakan ban. Pastikan juga fasilitas keselamatan di dalam kabin, mulai dari palu pemecah kaca, pintu darurat, hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tersedia dan berfungsi dengan baik demi mengantisipasi situasi darurat.

Jangan lupa untuk mengiringi perjalanan dengan doa, agar seluruh rangkaian liburan berjalan lancar dan rombongan dapat kembali pulang dengan selamat.

BACA JUGA :

Di Balik Lapangan Hijau, Sepak Bola Ajarkan Indahnya Persatuan dan Kebangkitan Ekonomi
Di Balik Lapangan Hijau, Sepak Bola Ajarkan Indahnya Persatuan dan Kebangkitan Ekonomi
mbg
​Menata Ulang Rute MBG: Menghindari Kebocoran Anggaran, Memperkuat Pondasi Ekonomi Lokal
Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Arah Baru Modernisasi Armada Trans Semarang
Arah Baru Modernisasi Armada Trans Semarang
Ketiadaan layanan transportasi dan rute ekstrem pedesaan membutuhkan waktu dan energi sebelum memasuki ruang kelas
Tiba di Kelas dengan Senyuman: Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?
Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga