KAWAN PEMANDU JALAN

MTI: Alihkan Subsidi Motor Listrik ke Angkutan Umum

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka segera mengalihkan subsidi motor listrik ke angkutan umum. Kebijakan subsidi motor dinilai salah sasaran, tidak menjawab penurunan daya beli, dan membebani APBN. MTI menilai subsidi angkutan umum lebih efektif meringankan beban masyarakat miskin kota.

Ojol di Panggung Politik, Pengemudi Konvensional di Pinggir Jalan

Dalam sepuluh tahun terakhir, transportasi Indonesia berubah dengan hadirnya ojek online yang cepat mendapat perhatian publik, sementara pengemudi konvensional kurang tersorot. Fenomena ini dipengaruhi identitas visual, solidaritas digital, serta sorotan media. Para ahli menilai perlunya penguatan organisasi, simbol kolektif, dan perlindungan sosial bagi pengemudi konvensional.

Dari Jalanan Ke Panggung Politik: Ojol dan Gelombang Baru Perubahan Perkotaan

ChatGPT said:

Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas tertabrak kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Peristiwa ini mengguncang jutaan pengemudi ojol yang selama ini bekerja tanpa perlindungan negara. Dari tragedi ini, muncul kesadaran kolektif akan pentingnya pengakuan, keadilan, dan perlindungan pekerja informal.

Pernyataan Sikap Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Terkait Meninggalnya Driver Ojek Online, Rekan Affan Kurniawan

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyampaikan duka cita atas wafatnya Affan Kurniawan, driver ojek online, dalam insiden di sekitar Kompleks DPR pada 28 Agustus 2025. MTI menyerukan ketertiban, pendekatan humanis, serta dialog untuk mencegah insiden serupa. Mereka menekankan pentingnya empati dan rekonsiliasi bagi seluruh pihak.

Jembatan Timbang dibubarkan, Bagaimana Pengawasan Angkutan Barang Selanjutnya…?

Menteri Perhubungan menyatakan rencana pembubaran Jembatan Timbang (JT) dengan alasan rawan pungli. Pernyataan ini memicu pertanyaan publik mengenai dasar faktanya, sebab JT punya peran penting dalam pengawasan truk ODOL dan pendataan logistik. Sebagai gantinya, Menhub mendorong penggunaan teknologi Weigh In Motion (WIM) di jalan tol.

Rendah Keberpihakan Pemerintah Membenahi Transportasi Umum

Program pembenahan angkutan umum di Indonesia dinilai terancam gagal karena rendahnya keberpihakan pemerintah dalam alokasi anggaran, meski menjadi kewajiban sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming sebelumnya berjanji memberi subsidi transportasi, namun anggaran stimulan skema pembelian layanan (BTS) yang semestinya mendukung 20 kota dalam RPJMN 2025–2029 justru terus menurun, dari Rp625 miliar pada 2023 menjadi Rp177 miliar pada 2025, dan direncanakan hanya Rp80 miliar pada 2026.

MTI Dukung Integrasi Transportasi Nasional yang lama dinantikan “Menyusun Irama, Bukan Mengambil Alih Nada”

Kehadiran Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen ITM) di bawah Kementerian Perhubungan menjadi tonggak baru dalam upaya integrasi sistem transportasi nasional yang selama ini berjalan secara sektoral dan terpisah. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyambut positif pembentukan Ditjen ITM, yang diumumkan secara resmi dalam paparan pada 25 Juli 2025 di tingkat nasional. Lembaga ini dinilai penting untuk mengatasi kompleksitas jaringan moda transportasi di Indonesia. Melalui policy brief berjudul “Membangun Arsitektur Integrasi Transportasi Nasional yang Berfungsi, Inklusif, dan Transformasional”, MTI mendorong penguatan mandat Ditjen ITM sebagai otoritas harmonisasi kebijakan antarmoda.

Odong-odong, Hiburan Rakyat Yang Belum Ramah Keselamatan

Odong-odong, kendaraan hiburan murah yang digemari oleh keluarga berpenghasilan rendah, menjadi alternatif rekreasi bagi masyarakat di tengah mahalnya biaya wisata dan terbatasnya ruang bermain anak. Pengemudi dan pelaku usaha kecil menjadi pihak utama yang mengoperasikan odong-odong di berbagai wilayah, baik kota maupun desa. Fenomena ini marak terjadi di lingkungan permukiman padat dan jalan umum tanpa pengawasan resmi sejak beberapa tahun terakhir, termasuk hingga tahun 2025. Didorong oleh keterbatasan ekonomi dan minimnya pilihan hiburan yang terjangkau, odong-odong dianggap solusi oleh warga meski berisiko tinggi.

Odong-odong, kendaraan hiburan murah yang digemari oleh keluarga berpenghasilan rendah, menjadi alternatif rekreasi bagi masyarakat di tengah mahalnya biaya wisata dan terbatasnya ruang bermain anak. Pengemudi dan pelaku usaha kecil menjadi pihak utama yang mengoperasikan odong-odong di berbagai wilayah, baik kota maupun desa. Fenomena ini marak terjadi di lingkungan permukiman padat dan jalan umum tanpa pengawasan resmi sejak beberapa tahun terakhir, termasuk hingga tahun 2025. Didorong oleh keterbatasan ekonomi dan minimnya pilihan hiburan yang terjangkau, odong-odong dianggap solusi oleh warga meski berisiko tinggi.

Menertibkan Kendaraan Odol: Jangan Hanya Galak, Tapi Juga Adil

Permasalahan kendaraan Over Dimension dan Over Load (ODOL) masih menjadi tantangan serius yang merusak infrastruktur jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan di Indonesia. Pemerintah Indonesia menjadi pihak yang berupaya menertibkan kendaraan ODOL di berbagai wilayah. Upaya ini berlangsung sejak beberapa tahun terakhir hingga kini, melalui razia gabungan, pembangunan jembatan timbang modern, serta penindakan administratif dan pidana.