URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

PT KAI menyiapkan reaktivasi jalur kereta api Kedungjati–Tuntang sepanjang 30 km di Jawa Tengah untuk menghidupkan kembali konektivitas dan potensi ekonomi, disampaikan pada 2026. Jalur bersejarah ini akan difungsikan kembali melalui perbaikan infrastruktur guna mendukung pariwisata, logistik, serta mobilitas masyarakat di Semarang dan Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kemanfaatan Reaktivasi Jalur Kedungjati – Tuntang

Kemanfaatan Reaktivasi Jalur Kedungjati – Tuntang

Kemanfaatan Reaktivasi Jalur Kedungjati – Tuntang

Ditulis Oleh: Djoko Setijowarno , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)
Custom Image

PT Kereta Api Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis untuk mereaktivasi jalur KA Kedungjati – Tuntang sepanjang 30 km. Langkah ini diyakini akan membuka keran potensi ekonomi baru bagi masyarakat di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga .

Jalur kereta api Kedungjati–Tuntang menyimpan kisah legendaris sekaligus tragis dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Sebagai bagian dari rute penghubung Semarang ke Ambarawa, kini napas sejarahnya masih bisa dirasakan melalui kereta wisata yang aktif melayani rute Tuntang hingga Bedono.

Jalur rel menuju Ambarawa merupakan percabangan dari pelintasan utama stasiun kereta api pertama Stasiun Semarang di Semarang menuju Vorstenlanden atau daerah yang dikuasai raja-raja pribumi di Surakarta dan Yogyakarta. Titik percabangannya ada di Stasiun Kedungjati setelah Stasiun Tanggung, Grobogan.

Mengutip dari Kompas (1 Maret 2014), bangunan Stasiun Ambarawa ditetapkan menjadi Museum Kereta Api Ambarawa sejak 6 Oktober 1976. Pada era Hindia Belanda, stasiun itu bagian penting jalur kereta api pada masa-masa awal. Stasiun Willem I selesai dibangun dan mulai dioperasikan untuk lintas kereta api cabang Semarang-Kedungjati-Ambarawa pada 21 Mei 1873. Nama Willem I disematkan sesuai nama benteng logistik dan barak militer Hindia Belanda—Benteng Willem I—yang tak jauh lokasinya dari stasiun. Adapun Benteng Willem I dibangun pada 1834-1845. Masyarakat setempat hingga kini menyebutnya sebagai Benteng Pendem (terpendam).

Jalur ini dibangun oleh perusahaan swasta Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Dibuka 21 Mei 1873 menghubungkan pelabuhan di Semarang dengan benteng militer di Ambarawa (Willem I) serta mempermudah pengangkutan komoditas hutan dan perkebunan seperti kayu jati, kopi dan gula dari pedalaman Jawa Tengah. Nama Willem I itu diambil dari nama raja pertama Kerajaan Belanda, Willem Frederik Prins van Oranje-Nassau (1772-1843).

Jalur rel ini dibangun perusahaan swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Percabangan jalur rel Kedungjati menuju Ambarawa sepanjang 37 kilometer memiliki keistimewaan. Saat pembangunan jalur Semarang-Vorstenlanden, NIS didera kesulitan modal. Namun, Pemerintah Hindia Belanda bersedia memberikan pinjaman modal dengan bunga 4,5 persen.

Pasca-Perang Diponegoro (1825-1830), Ambarawa ditetapkan sebagai titik pertahanan militer yang sangat strategis karena lokasinya yang menghubungkan Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta. Urgensi pengerahan pasukan inilah yang mendorong pembangunan rel kereta api secara masif di sana. Begitu vitalnya Jawa Tengah bagi Hindia Belanda, hingga hampir seluruh wilayahnya terhubung oleh rel, kecuali Salatiga. Kota Salatiga menjadi satu-satunya wilayah yang terisolasi dari jalur kereta api, salah satunya karena tantangan kondisi geografisnya yang sulit.

Rute ini menawarkan pemandangan memukau, meski pembangunannya menuntut ketangkasan teknis yang luar biasa. Jalurnya membelah perbukitan dan hutan jati yang rimbun, dengan jembatan-jembatan tinggi yang menjulang gagah di atas sungai serta lembah sebagai ciri khas utamanya.

Layanan reguler di jalur ini akhirnya terhenti pada tahun 1976. Keputusan sulit tersebut diambil karena kereta api mulai kalah bersaing dengan bus dan truk, ditambah kondisi prasarana yang kian menua serta biaya perawatan yang membengkak. Di saat minat penumpang menurun drastis, kebijakan pemerintah kala itu pun mulai berpaling dari angkutan umum seiring dengan masuknya pengaruh industri otomotif.

Rencana reaktivasi

Antara tahun 2013 dan 2015, harapan untuk melihat kereta api kembali melintas di jalur ini muncul lewat proyek reaktivasi oleh Kemenhub. Jalur sepanjang 30 km yang menghubungkan Kedungjati dan Tuntang ini direncanakan untuk aktif kembali. Sayangnya, progres fisik yang sempat berjalan baru mencapai pemasangan rel sepanjang 1,2 km dari Stasiun Kedungjati.

Reaktivasi ini bertujuan menghidupkan pariwisata menuju Museum Kereta Api Ambarawa dan Benteng Pendem (Fort Willem I). Keberadaan jalur ini juga mempermudah akses wisatawan ke destinasi ikonik sekitarnya, mulai dari Candi Gedong Songo, Rawa Pening, pendakian Gunung Ungaran, hingga kesejukan Umbul Sidomukti, Kopeng, dan Bandungan.

Meski pengerjaan fisik berupa pemasangan rel dan bantalan beton sempat berjalan, proyek ini akhirnya terhenti akibat kendala dana dan teknis. Kini, kondisi infrastruktur di lapangan terbengkalai; banyak bagian rel yang telah terpasang kini kembali tertutup rapat oleh semak belukar.

Jalur ini menghubungkan titik-titik bersejarah seperti Kedungjati hingga Tuntang, melintas unik di bawah jalan Tol Semarang–Solo. Jika aktif kembali, rute ini akan mengubah fungsi Stasiun Tuntang dari sekadar tempat wisata menjadi titik keberangkatan kereta api jarak jauh menuju Jakarta dan Surabaya.

Dahulu, Stasiun Tuntang merupakan pusat logistik ternak yang vital. Stasiun ini memiliki infrastruktur khusus untuk memindahkan sapi ke dalam gerbong kereta, yang kemudian dikirim langsung menuju Stasiun Cipinang di Jakarta.

Kemanfaatan

Kembalinya denyut jalur Kedungjati–Tuntang bukan sekadar menghidupkan rel tua, melainkan memicu efek domino bagi ekonomi dan pariwisata Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.

Reaktivasi ini akan menyempurnakan jalur melingkar (loop line) Jawa Tengah yang menghubungkan Semarang, Yogyakarta, hingga Solo. Wisatawan dari Jakarta atau Surabaya pun bisa langsung menuju Ambarawa tanpa terjebak macet di ruas Ungaran–Bawen. Selain itu, jalur ini akan memperlancar mobilitas warga antar-kota satelit di sekitar Semarang melalui integrasi transportasi yang lebih efisien.

Jalur ini menyuguhkan pengalaman unik naik kereta uap melewati hutan jati dan jembatan bersejarah. Jika terhubung, wisatawan dapat menikmati perjalanan terpadu yang menghubungkan Stasiun Kedungjati, Rawa Pening, hingga Museum Ambarawa secara langsung.

Menghadapi risiko kecelakaan di ‘jalur tengkorak’ Bawen, kehadiran kereta komuter menjadi alternatif vital untuk mengurangi volume kendaraan di jalan raya nasional. Selain mempermudah mobilitas penumpang, jalur ini memiliki potensi strategis untuk angkutan logistik dari wilayah Tuntang, Bringin, hingga Kedungjati guna menggerakkan ekonomi pedalaman.

Reaktivasi ini akan menghidupkan kembali stasiun-stasiun yang lama mati, seperti Bringin dan Gogodalem, sekaligus memicu titik-titik ekonomi baru mulai dari penginapan hingga jasa transportasi lokal. Bagi warga di daerah terpencil seperti Gogodalem yang sulit dijangkau, jalur kereta api akan menjadi urat nadi transportasi yang lebih cepat dan mudah menuju pusat kota.

Reaktivasi adalah kunci untuk menyelamatkan aset negara dari kerusakan dan penyerobotan lahan. Dengan perawatan rutin melalui operasional jalur, bangunan stasiun dan jembatan bersejarah dapat terjaga fungsinya. Ini adalah upaya nyata melestarikan warisan jalur kereta api tertua di Indonesia agar tidak sekadar menjadi kenangan yang hilang.

BACA JUGA :

bbm
Antisipasi Kenaikan Harga BBM Tahun 2027
stasiun-juwana-masa-lalu
Reaktivasi Jalan Rel Sebagai Kunci Pemerataan, Merajut Konektivitas, dan Memacu Pertumbuhan
Maut Masih Mengintai di Perlintasan Sebidang
Dilema Anggaran Keselamatan Kereta di Jawa T imur
Rencana Penanganan 135 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera
Rencana Penanganan 135 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

JANGAN LEWATKAN:

Mudik Lebaran 2026 Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal
Mudik Lebaran 2026: Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan: Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Etika pengemudi di jalan raya sangat penting untuk menciptakan keselamatan dan kenyamanan bersama. Pengemudi perlu menghormati pejalan kaki dengan berhenti di zebra cross, mengurangi kecepatan di area ramai, tidak berkendara di trotoar, serta memperhatikan anak-anak dan lansia sebagai pengguna jalan paling rentan.
Etika Pengemudi terhadap Pejalan Kaki
Soto Kare Reksa di Salatiga menjadi kuliner legendaris sejak 1942, warisan keluarga Sofyan yang masih mempertahankan resep tradisional dengan kuah santan dan sandung lamur khas. Berlokasi di gang belakang bekas Bioskop Reksa, warung ini tetap ramai dikunjungi pecinta kuliner dari berbagai daerah karena cita rasanya yang autentik.
Soto Kare Reksa Salatiga Sensasi Kuliner sejak 1942
Rasika memberikan panduan bagi masyarakat untuk tetap menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia. Artikel ini membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, tetap bersosialisasi, menekuni hobi positif, serta memperkuat ibadah sebagai kunci menghadapi pertambahan usia dengan penuh rasa syukur dan semangat hidup.
Umur Semakin Bertambah? Ini Tips Agar Tetap Positif di Masa Tua
Lima tempat dimsum di Ungaran, Kabupaten Semarang, menjadi rekomendasi favorit pecinta kuliner. Rasika memperkenalkan ragam inovasi dimsum kekinian yang populer di kalangan masyarakat. Dimsum lezat ini disajikan dengan beragam varian rasa dan topping unik melalui layanan offline maupun ojek online.
Bikin Ngiler! Berikut 5 Rekomendasi Dimsum di Ungaran

INFOGRAFIS

TERKINI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Kamis, 14 Mei 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di wilayah Semarang bagian selatan serta kawasan pegunungan dan dataran tinggi pada sore hingga malam hari.
14 Mei 2026: Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Didominasi Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Kamis, 14 Mei 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan ringan diperkirakan...
Sejumlah kendaraan dinas dan kendaraan pribadi ASN di kompleks Kantor Bupati Kabupaten Semarang kedapatan belum membayar Pajak Kendaraan Bermotor saat sidak Gerakan Disiplin Pajak untuk Rakyat (Gadis Pantura), Rabu (13/5/2026). Pemeriksaan mendadak dilakukan Samsat Ungaran bersama Pemkab Semarang untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan.
Petugas Gabungan Dapati Kendaraan Dinas Pemkot Salatiga Nunggak Pajak Terparkir di Kantor Bupati Semarang
Sejumlah kendaraan dinas dan kendaraan pribadi ASN di kompleks Kantor Bupati Kabupaten Semarang kedapatan belum membayar Pajak Kendaraan Bermotor saat sidak Gerakan Disiplin Pajak untuk Rakyat (Gadis Pantura),...
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen penertiban tambang ilegal saat penanaman pohon Hari Bumi di bekas tambang andesit Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperketat pengawasan perizinan dan menggandeng aparat kepolisian untuk menindak pelanggaran pertambangan yang merusak lingkungan.
Gubernur Jateng Tegas Tertibkan Tambang Nakal: Saya Tidak Peduli di Belakangnya Ada Siapa!
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen penertiban tambang ilegal saat penanaman pohon Hari Bumi di bekas tambang andesit Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026). Pemerintah...
Aksi pemukulan akibat cekcok lalu lintas terjadi di jalur Lemah Abang–Bandungan, Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu malam (10/5/2026). Polisi mengamankan pelaku berinisial T setelah video CCTV kejadian viral di media sosial. Pelaku mengaku emosi karena kesulitan mendahului kendaraan korban.
Kesal Tak Bisa Nyalip, Pria Sok Jago Aniaya Pemotor di Bandungan
Aksi pemukulan akibat cekcok lalu lintas terjadi di jalur Lemah Abang–Bandungan, Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu malam (10/5/2026). Polisi mengamankan pelaku berinisial T...
14 Mei 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 16
14 Mei 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 16.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di wilayah Semarang terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026, pukul 16.00 WIB dengan tinggi muka air mencapai 0,9 meter....
Muat Lebih

POPULER

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen penertiban tambang ilegal saat penanaman pohon Hari Bumi di bekas tambang andesit Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperketat pengawasan perizinan dan menggandeng aparat kepolisian untuk menindak pelanggaran pertambangan yang merusak lingkungan.
Gubernur Jateng Tegas Tertibkan Tambang Nakal: Saya Tidak Peduli di Belakangnya Ada Siapa!
Sejumlah kendaraan dinas dan kendaraan pribadi ASN di kompleks Kantor Bupati Kabupaten Semarang kedapatan belum membayar Pajak Kendaraan Bermotor saat sidak Gerakan Disiplin Pajak untuk Rakyat (Gadis Pantura), Rabu (13/5/2026). Pemeriksaan mendadak dilakukan Samsat Ungaran bersama Pemkab Semarang untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan.
Petugas Gabungan Dapati Kendaraan Dinas Pemkot Salatiga Nunggak Pajak Terparkir di Kantor Bupati Semarang
Kontingen Kota Salatiga meraih juara III lomba defile pada puncak HUT Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas tingkat Provinsi Jawa Tengah di Surakarta, Selasa (12/5/2026). Prestasi itu diraih melalui latihan intensif dan kekompakan personel Satpol PP, Damkar, serta Satlinmas yang tampil disiplin dalam gelar pasukan tingkat provinsi.
Satpol PP Salatiga Sabet Juara III Lomba Defile Tingkat Provinsi

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved