URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat menegaskan pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa merupakan langkah strategis menghadapi rob dan abrasi, namun tidak boleh mengabaikan persoalan sosial masyarakat pesisir. Dalam kuliah umum di Universitas Islam Sultan Agung, Selasa (2/6/2026), ia meminta proyek tanggul laut raksasa diintegrasikan dengan perlindungan lingkungan, peningkatan kesejahteraan nelayan, serta kajian dampak sosial dan ekologis yang komprehensif.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tak Cukup Bangun Tanggul Raksasa, Menteri LH Soroti Ancaman Penurunan Tanah di Pantura

Tak Cukup Bangun Tanggul Raksasa, Menteri LH Soroti Ancaman Penurunan Tanah di Pantura

Tak Cukup Bangun Tanggul Raksasa, Menteri LH Soroti Ancaman Penurunan Tanah di Pantura

Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat,Giant Sea Wall Penting, Tapi Bukan Solusi Tunggal Atasi Rob dan Abrasi Pantura
Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat,Giant Sea Wall Penting, Tapi Bukan Solusi Tunggal Atasi Rob dan Abrasi Pantura
Featured Image

SEMARANG – Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, menegaskan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa merupakan langkah penting dalam mengatasi banjir rob dan abrasi yang terus mengancam wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa. Namun, proyek strategis nasional tersebut tidak boleh dipandang sebagai satu-satunya solusi.

Hal itu disampaikan Jumhur saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Selasa (2/6/2026). Menurutnya, persoalan yang dihadapi kawasan pesisir Pantura jauh lebih kompleks karena tidak hanya berkaitan dengan naiknya permukaan air laut, tetapi juga penurunan muka tanah (land subsidence) yang terus terjadi di sejumlah wilayah.

“Dalam respons krisis ini, wacana pembangunan Giant Sea Wall sepanjang kurang lebih 575 kilometer yang membentang dalam 15 segmen dari Banten hingga Jawa Timur memang menjadi solusi strategis nasional,” ujar Jumhur.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keberadaan tanggul laut raksasa tersebut harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi besar perlindungan pesisir, bukan sebagai jawaban tunggal atas seluruh persoalan rob dan abrasi.

“Giant Sea Wall dapat menjadi bagian penting dari strategi perlindungan Pantura. Tetapi dia bukanlah satu-satunya solusi,” tegasnya.

Jumhur juga mengingatkan agar pembangunan proyek tersebut tidak mengabaikan dampak sosial dan ekonomi yang mungkin dirasakan masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional.

Menurutnya, jika pembangunan Giant Sea Wall berpotensi mengurangi hasil tangkapan nelayan, maka pemerintah harus menyiapkan program pendampingan agar kesejahteraan masyarakat tetap meningkat.

“Kalau ternyata tangkapan berkurang, mungkin bukan Giant Sea Wall-nya yang diberhentikan. Tetapi nelayan perlu diberikan pelatihan dan dukungan, termasuk penyediaan kapal yang lebih besar,” katanya.

Dengan dukungan tersebut, nelayan yang selama ini hanya menangkap ikan di perairan dekat pantai dapat didorong untuk melaut lebih jauh dengan kemampuan dan sarana yang lebih memadai.

“Nangkepnya tadinya hanya satu atau dua kilometer dari pantai, nanti bisa sampai 30 kilometer ke lepas pantai dengan pelatihan yang baik dan pendapatan yang lebih besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jumhur menekankan pentingnya integrasi antara pembangunan fisik dan pembangunan sosial. Menurutnya, berbagai proyek besar, termasuk Giant Sea Wall maupun kawasan industri, kerap menghadapi persoalan karena pembangunan infrastruktur tidak diiringi kesiapan sosial masyarakat.

“Itu yang disebut integrasi sosial, persiapan sosial untuk menyambut kegiatan apa pun, baik kawasan industri, Giant Sea Wall, dan lain-lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak boleh lagi membiarkan terjadinya kesenjangan antara pembangunan ekonomi kawasan dengan pembangunan sosial masyarakat yang terdampak.

“Sering kali terjadi diskoneksi antara pembangunan fisik, pembangunan ekonomi kawasan dengan pembangunan sosial. Nah, ini yang tidak boleh terjadi lagi,” katanya.

Untuk memastikan proyek berjalan berkelanjutan, Kementerian Lingkungan Hidup akan mewajibkan setiap pembangunan perlindungan pesisir, termasuk Giant Sea Wall, melalui Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang komprehensif.

Jumhur menegaskan keberhasilan proyek tidak boleh hanya diukur dari nilai aset yang berhasil diselamatkan, seperti kawasan industri, pelabuhan, maupun jalan tol. Kehidupan masyarakat pesisir juga harus menjadi pertimbangan utama.

“Proyek mitigasi tidak boleh hanya dihitung dari nilai aset yang diselamatkan. Kita tidak boleh mengabaikan nasib nelayan tradisional, petambak, pekerja informal, maupun kelompok masyarakat yang menggantungkan hidupnya di kawasan pesisir,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan tanggul laut, reklamasi maupun relokasi kawasan berpotensi mengubah wilayah tangkap nelayan, mengurangi lahan tambak produktif, hingga memunculkan ketidakpastian bagi masyarakat yang selama ini hidup di pesisir.

Karena itu, ia berharap pembangunan Giant Sea Wall tidak hanya menjadi proyek infrastruktur raksasa, tetapi juga mampu menghadirkan perlindungan lingkungan sekaligus kesejahteraan bagi masyarakat Pantura.

BACA JUGA :

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
DPW PKS Jawa Tengah menyalurkan paket daging kurban kepada Panti Asuhan Katolik Rumah Shalom di Kota Semarang dalam rangka program Syiar Dzulhijjah 1447 Hijriah, Jumat (29/5/2026). Dari sekitar 800 paket daging yang dihasilkan dari penyembelihan lima sapi dan satu kambing, sebanyak 25 paket diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya memperkuat harmoni serta persaudaraan lintas agama di tengah masyarakat.
Tebar Kebahagiaan Tanpa Batas Agama, PKS Jateng Salurkan Daging Kurban ke Panti Asuhan Katolik di Semarang
Ratusan warga Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merayakan Waisak 2570 BE dengan tradisi saling mengucapkan selamat usai ibadah di Vihara Buddha Bhumika, Minggu (31/5/2026). Tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun ini menjadi simbol kerukunan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Warga Beda Agama ikut Rayakan Waisak di Batur Getasan
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Polda Jawa Tengah akan menggelar Operasi Patuh Candi 2026 pada 8-21 Juni 2026 untuk meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Selain edukasi dan pencegahan, polisi juga menindak pelanggaran melalui ETLE dan tilang manual, termasuk penggunaan pelat nomor kendaraan yang ditutup, dilipat, atau dimodifikasi demi menghindari kamera pengawas lalu lintas.
Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai 8 Juni, Pelat Nomor yang Dimodifikasi Jadi Sasaran Utama
Polda Jawa Tengah akan menggelar Operasi Patuh Candi 2026 pada 8-21 Juni 2026 untuk meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Selain edukasi dan pencegahan, polisi juga menindak pelanggaran...
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu (3/6/2026). Banyak calon murid mendatangi SMP Negeri 2 Ungaran untuk memastikan proses seleksi, sementara pihak sekolah menyebut verifikasi dilakukan bertahap akibat tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya kesalahan administrasi.
Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu...
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali bersiap merayakan Hari Jadi ke-179 dengan rangkaian acara budaya, kuliner, seni, olahraga, dan aksi sosial sepanjang Juni 2026. Mengusung tema “Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi”,...
03 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 09.00–14
03 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 09.00–14.00 WIB, Tinggi Air Maksimum 0,9 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di pesisir Semarang dan Jawa Tengah terjadi pada Rabu (3/6/2026) mulai pagi hingga siang hari dengan tinggi muka...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Rabu, 3 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara di Semarang berkisar 25–34 derajat Celsius dengan kelembapan 50–85 persen, sementara hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di kawasan pegunungan dan dataran tinggi dengan tinggi gelombang selatan Jawa Tengah mencapai 4 meter.
03 Juni 2026: BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan Dominasi Semarang dan Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Rabu, 3 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara...
Muat Lebih

POPULER

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, resmi membuka pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Selasa (2/6/2026). Pembukaan SPMB menandai dimulainya persaingan ribuan calon siswa untuk masuk sekolah favorit melalui proses seleksi yang berlangsung secara daring pada 2–4 Juni 2026 dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Pembukaan SPMB di Salatiga, 2.500 Siswa Bersaing Rebut Sekolah Bergengsi

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved