URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cegah Penyebaran Covid, Satreskrim Salatiga Bagi Ratusan Masker di Pasar Sapi

Cegah Penyebaran Covid, Satreskrim Salatiga Bagi Ratusan Masker di Pasar Sapi

Cegah Penyebaran Covid, Satreskrim Salatiga Bagi Ratusan Masker di Pasar Sapi

featured-img

Kbo SatReskrim polres Salatiga saat memberikan masker gratis kepada pedagang pasar Sapi jumat 5 Februari 2021 pagi

RASIKAFM – Dalam rangka Mendukung program Kapolri terkait pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid 2, Satreskrim Polres Salatiga di pimpin KBO jumat 5 februari 2021 mengadakan giat pembagian ratusan masker untuk para pedagang dan pembeli di Pasar Sapi Salatiga.

Kepada rasikafm.com, Kaurbinops SatReskrim Polres Salatiga Iptu Tri Widaryanto SH. MH. menjelaskan jika kegiatan bagi bagi masker ini merupakan salah satu upaya polisi untuk menekan persebaran covid – 19 diwilayah hukum Polres Salatiga “kami Menyadari bahwa apa yang diperbuat kali ini belum bisa maksimal namun harapannya pembagian masker dapat bermanfaat ditengah lesunya ekonomi saat ini” kata Tri kepada media.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=ZP2GQJGOVQA[/embedyt]

Tri menambahkan dipilihnya lokasi pasar karena pasar merupakan tempat interaksi berkumpulnya pembeli dan pedagang dari segala penjuru.

Selain melakukan pembagian masker pihak polres dan team gabungan juga gencar melakukan penindakan dan sosialisasi protkes serta 3M kepada masyarakat diwilayah Salatiga. Termasuk dipasar jetis. Pasaraya dan pasar Blauran.

Sementara itu menurut ibu Suliyah salah seorang pedagang sayur dipasar Sapi mengaku senang dengan pembagian masker dari Polres ini “alhamdulillah pak polisi masih mau berbagi masker gratis jadi bisa saya buat gantian jika masker lain saya Cuci” ungkap pedagang asal Tingkir ini (rief)

BACA JUGA :

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved